KALIMANTAN TIMUR — Eksperimen skala besar terhadap 16.683 mahasiswa di Odisha, India, membuktikan larangan membawa handphone ke kelas meningkatkan nilai ujian dan mempersempit kesenjangan akademik. Hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Science ini menjadi bukti eksperimental pertama bahwa menyingkirkan ponsel dari ruang kuliah benar-benar mengubah hasil belajar. Temuan ini relevan bagi sekolah dan kampus di Indonesia yang masih berdebat soal pembatasan gawai di ruang kelas.
Peneliti dari University of Copenhagen menjalankan percobaan selama satu semester penuh dengan membagi mahasiswa dari sejumlah kampus di Odisha secara acak ke dalam dua kelompok. Sebagian mahasiswa diminta menitipkan handphone di dalam kotak sebelum kelas dimulai, sementara kelompok lain tetap bebas memegang ponsel seperti kebiasaan sehari-hari.
Tim kemudian membandingkan nilai ujian, tingkat kehadiran, dan pengalaman mahasiswa antar-kelompok. Pemantauan diperkuat lewat survei dan observasi langsung selama proses pembelajaran berlangsung.
Mengapa Notifikasi Jadi Gangguan Utama
Getaran dan bunyi notifikasi disebut peneliti sebagai sumber distraksi yang memecah konsentrasi mahasiswa di tengah perkuliahan. Dampaknya bukan sekadar terganggu sesaat, tetapi aktivitas belajar jadi sering terputus dan sulit kembali fokus.
Kelompok tanpa handphone mencatat kenaikan hasil akademik yang lebih tinggi dibanding kelompok yang tetap memakai ponsel. Efeknya disebut setara dengan kebijakan peningkatan standar pendidikan lain yang biasa diterapkan kampus.
Mahasiswa Bernilai Rendah Paling Diuntungkan
Perubahan paling mencolok muncul pada mahasiswa yang nilainya rendah sebelum percobaan dimulai. Setelah kebijakan larangan diterapkan, kesenjangan akademik antar-mahasiswa menyempit.
"Ini menunjukkan bahwa pembatasan telepon seluler tidak hanya dapat meningkatkan pembelajaran secara umum, tetapi juga dapat membantu mengurangi kesenjangan prestasi," kata peneliti studi Andreas Bjerre-Nielsen.
Bjerre-Nielsen menegaskan skala penelitian ini jauh melampaui studi sebelumnya. "Telah terjadi perdebatan luas tentang penggunaan telepon seluler di ruang kelas, tetapi bukti eksperimentalnya terbatas. Di sini, untuk pertama kalinya, kami dapat menunjukkan dalam skala yang sangat besar bahwa menghilangkan telepon dari ruang kelas benar-benar membuat perbedaan dalam pembelajaran," ujarnya seperti dikutip situs resmi University of Copenhagen.
Perilaku di Kelas Ikut Berubah
Observasi peneliti mencatat perilaku mengganggu dan percakapan yang tidak berhubungan dengan pelajaran berkurang setelah larangan diberlakukan. Efek samping lain: para pengajar juga mengurangi penggunaan handphone mereka sendiri, sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan lebih fokus dan aktif.
Setelah percobaan selesai, mahasiswa yang awalnya ragu justru semakin mendukung kebijakan ini karena merasakan manfaatnya langsung. Hasil lengkap studi terbit di jurnal Science dengan judul "Phones impede learning: Evidence from a massive phone-free classroom experiment".
Batas Studi dan Konteks Kebijakan
Temuan ini memberi bukti baru bagi pemerintah dan institusi pendidikan di banyak negara yang masih memperdebatkan apakah handphone sebaiknya dilarang, dibiarkan, atau dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar. Di Indonesia, sejumlah sekolah sudah menerapkan aturan serupa, tetapi kerap terkendala pengawasan dan kesiapan guru.
Peneliti menegaskan studi ini dilakukan di tingkat universitas. Masih dibutuhkan penelitian serupa untuk mengetahui apakah dampaknya sama besar pada siswa sekolah dasar dan menengah, yang pola penggunaan gawai dan tingkat kematangan belajarnya berbeda.