BONTANG — Insiden bermula ketika pelaku hendak mengambil posisi salat tepat di belakang imam. Marbot masjid langsung memindahkannya karena posisi tersebut dikhususkan bagi imam pengganti dan penceramah kajian Subuh. Pelaku lantas ditarik dan ditempatkan di sebelah kiri imam.
Begitu takbir pertama menandai salat dimulai, pelaku beranjak dari saf dan berlari ke arah imam. Jemaah sempat berusaha mengejar, tetapi langkah pelaku lebih cepat.
Pukulan ke Telinga Kiri Bikin Imam Tersungkur
Pengurus Takmir Masjid Al-Muhajirin, Asril, menyaksikan langsung detik-detik penyerangan dari dekat. Menurut dia, pelaku melayangkan pukulan ke bagian telinga sebelah kiri imam hingga korban jatuh.
"Pak marbot sempat mengejar. Tapi orang itu lari cepat dan lincah. Langsung pukulan dilayangkan ke bagian telinga sebelah kiri imam. Imam pun tersungkur," ucap Asril.
Jemaah langsung membatalkan salat dan menangkap pelaku. Sebagian makmum lain bergerak menolong imam yang masih terbaring. Pelaku diikat di dalam masjid sambil terus berteriak takbir.
Ocehan "Islam Itu Aman" Tak Dihiraukan Jemaah
Dari mulut pelaku sempat keluar ucapan "Islam itu aman". Jemaah tidak menghiraukan ocehan itu dan tetap mengikat pelaku sampai salat berjemaah selesai.
Asril mengaku tidak bisa memastikan kondisi kejiwaan pelaku. Selama diamankan, pelaku disebut tak berhenti meneriakkan takbir.
"Kami juga tidak tahu orang ini waras atau tidak. Saya pegang bagian kakinya, dia tidak berhenti takbir terus. Setelah salat, langsung dibawa ke Polres untuk diproses hukum," sambungnya.
Polisi Serahkan Pelaku ke Satpol PP untuk Pemeriksaan Kejiwaan
Kapolres Bontang AKBP Anak Agung Gede Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Putu Ari Sanjaya menyampaikan perkembangan penanganan kasus ini. Pelaku kini berada di Satpol PP Bontang.
"Pelaku dibawa ke Satpol PP untuk diketahui apakah orang ini mengalami gangguan kejiwaan," ucap AKP Putu.
Pemeriksaan kejiwaan akan menentukan langkah hukum berikutnya. Polisi belum merinci kondisi imam pasca-insiden maupun pasal yang disangkakan.