SAMARINDA — Akhir pekan tak selalu identik dengan perjalanan jauh atau nongkrong di kafe mahal. Di Samarinda, sejumlah ruang publik dan sudut kota bisa jadi tempat refreshing dengan biaya minim. Kuncinya ada pada pengaturan anggaran sejak awal dan kemauan menikmati hal sederhana.
Kebutuhan untuk keluar rumah dan mencari suasana baru kerap berbenturan dengan kondisi dompet. Padahal, yang dibutuhkan kadang hanya udara segar, makanan kesukaan, atau waktu duduk santai tanpa memikirkan pekerjaan.
1. Menikmati Senja di Tepian Mahakam Tanpa Perlu Pergi Jauh
Kawasan Tepian Mahakam sudah lama menjadi ruang publik favorit warga Samarinda. Pengunjung bisa berjalan santai, duduk memandang sungai, atau melihat kapal yang melintas.
Di sekitar kawasan ini juga tersedia jajanan. Supaya pengeluaran tidak membengkak, tentukan batas belanja sebelum berangkat. Cukup beli satu camilan dan minuman, lalu nikmati suasana tanpa berpindah-pindah tempat.
Yang sering membuat biaya membesar bukan perjalanan utamanya, melainkan kebiasaan jajan berkali-kali selama nongkrong.
2. Jalan Santai di Taman Samarendah, Sekalian Cari Udara Segar
Taman Samarendah di pusat kota Samarinda bisa jadi alternatif tanpa tiket masuk. Warga dapat berjalan kaki, berfoto, atau sekadar duduk menikmati suasana kota.
Aktivitas sederhana ini sekaligus jadi kesempatan bergerak setelah sepekan duduk di depan komputer. Bagi yang datang bersama keluarga, taman ini cocok untuk mengajak anak menikmati ruang terbuka.
Tetap perhatikan keselamatan, kondisi cuaca, dan aturan yang berlaku di area taman.
3. Cari Suasana Hijau di Betapus, Lempake
Kalau bosan dengan suasana perkotaan, arahkan perjalanan ke kawasan Betapus, Lempake, Samarinda Utara. Kawasan ini dikenal dengan pemandangan hijau yang berbeda dari pusat kota.
Tidak perlu menyusun agenda padat. Perjalanan singkat sambil melihat pemandangan sudah cukup membuat akhir pekan terasa lain. Mampir ke warung sekitar untuk membeli jajanan juga bisa jadi selingan.
Tetap hitung biaya bahan bakar atau transportasi. Pilih waktu berangkat yang nyaman dan hindari berhenti sembarangan di tepi jalan hanya demi mendapatkan foto.
4. Berburu Jajanan Lokal, Bukan Nongkrong Mahal
Healing tak harus selalu identik dengan kafe yang sedang viral. Berburu jajanan lokal di sekitar tempat tinggal bisa jadi pilihan, mulai dari pisang gapit, gorengan, pentol, hingga minuman favorit dengan harga bersahabat.
Tentukan anggaran sejak awal, misalnya uang yang disiapkan hanya untuk dua jenis jajanan dan satu minuman. Ajak teman atau pasangan berjalan santai sambil mencicipi makanan.
Tidak perlu memesan banyak menu hanya karena melihat orang lain melakukannya. Menikmati makanan sederhana tanpa terburu-buru justru bisa jadi pengalaman akhir pekan yang menyenangkan.
5. Healing di Rumah Juga Boleh, Asal Benar-Benar Istirahat
Kalau kondisi keuangan sedang ketat atau tubuh sudah terlalu lelah, tidak pergi ke mana-mana bukan masalah. Menonton film, memasak makanan kesukaan, membaca buku, merapikan kamar, atau tidur lebih awal bisa memulihkan energi.
Coba juga mengurangi waktu bermain ponsel selama beberapa jam agar pikiran tidak terus dipenuhi pekerjaan dan informasi yang datang silih berganti. Gunakan waktu libur untuk melakukan sesuatu yang membuat tubuh dan pikiran lebih segar.
Istirahat tidak harus dibuktikan dengan foto di tempat wisata atau unggahan di media sosial.
Hitung Anggaran Sebelum Berangkat
Keinginan menyenangkan diri sendiri jangan sampai membuat keuangan berantakan. Sebelum pergi, hitung biaya transportasi, makanan, parkir, dan kebutuhan lain.
Kalau anggaran terbatas, pilih satu lokasi saja daripada memaksakan diri mengunjungi banyak tempat. Tidak perlu merasa ketinggalan hanya karena teman-teman menghabiskan akhir pekan di tempat mahal.
Setiap orang punya kondisi dan kebutuhan berbeda. Menikmati waktu sendiri, berjalan santai di dekat rumah, atau makan jajanan kesukaan juga layak menjadi pilihan akhir pekan warga Samarinda.