Pencarian

Subsidi Klub Super League 2026-2027 Naik Jadi Rp27 Miliar, Insentif Pemain Muda Gantikan Aturan Starter U-23

Kamis, 27 Agustus 2026 • 14:48:31 WIB
Subsidi Klub Super League 2026-2027 Naik Jadi Rp27 Miliar, Insentif Pemain Muda Gantikan Aturan Starter U-23
Subsidi klub Super League 2026-2027 naik menjadi Rp27 miliar per klub, naik Rp8 miliar dari musim sebelumnya.

KALIMANTAN TIMUR — Kenaikan subsidi ini menjadi kabar baik bagi 18 klub yang akan berlaga di kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia musim depan. Sebelumnya, pada Super League 2025-2026, setiap klub menerima dana sebesar Rp19 miliar. Dengan kebijakan baru ini, total tambahan dana operasional yang diterima klub mencapai Rp8 miliar per musim.

Skema Insentif Pemain Muda: Semakin Muda, Semakin Besar

Perubahan paling signifikan ada pada regulasi pemain muda. Jika musim lalu klub diwajibkan memainkan pemain U-23 sejak menit pertama, aturan tersebut kini dihapus total. Sebagai gantinya, LIB menyiapkan stimulus finansial tambahan di luar subsidi utama.

Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa besaran insentif dihitung berdasarkan dua faktor: usia pemain dan jumlah menit bermain yang diberikan. "Penggantinya akan diberikan insentif melebihi dari insentif biasa bagi klub-klub yang menggunakan pemain dengan menit bermain secara gradual," ujarnya.

Prinsipnya sederhana: klub yang berani menurunkan pemain lebih muda akan mendapat alokasi dana lebih besar. "Semakin muda, semakin besar insentif yang akan kami berikan," tegas Ferry.

Alasan Di Balik Perubahan Regulasi

Ferry menyebut kebijakan ini diambil untuk mengejar ketertinggalan pembinaan usia muda Indonesia dari klub-klub luar negeri. Menurutnya, tren sepakbola dunia saat ini menunjukkan pergeseran usia emas pesepakbola yang semakin muda.

"Kenapa ini kami lakukan? Karena memang kalau melihat benchmark dari klub-klub di luar, sekarang usia emasnya sudah betul-betul bergeser," kata Ferry. Dengan skema insentif, LIB berharap klub tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi benar-benar serius memberikan ruang kompetitif bagi pemain muda.

Skema baru ini juga dianggap lebih fleksibel bagi pelatih dalam menyusun strategi. Kewajiban starter U-23 sebelumnya kerap menjadi dilema taktis, terutama saat menghadapi lawan dengan intensitas tinggi. Kini, keputusan menurunkan pemain muda diserahkan penuh ke klub, dengan imbalan finansial sebagai pendorong.

Yang Perlu Diketahui Klub dan Pemain

Bagi klub peserta, rincian teknis mengenai skema insentif dan jadwal pencairan dana akan diatur lebih lanjut dalam regulasi resmi kompetisi. Klub disarankan memantau komunikasi resmi dari PT LIB untuk mendapatkan panduan lengkap mengenai tata cara pelaporan menit bermain pemain muda.

Adapun bagi pemain U-23, kebijakan ini membuka peluang yang lebih luas untuk menembus tim utama. Dengan insentif yang menggiurkan, klub diharapkan lebih berani memberikan kepercayaan kepada talenta muda, baik di liga domestik maupun kompetisi lainnya.

Informasi lengkap mengenai mekanisme pendaftaran dan persyaratan teknis dapat diakses melalui kanal resmi PT Liga Indonesia Baru. Masyarakat dan pemangku kepentingan sepakbola diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari pihak operator kompetisi.

Follow www.halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks