Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menerima bantuan 39 unit pompa air beserta perlengkapan dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan seberat 12,9 ton itu tiba di Lanud Dhomber Balikpapan, Rabu, dan diserahkan langsung kepada Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan.
BALIKPAPAN — Sebanyak 39 unit pompa air beserta perlengkapan pendukung kini mendarat di Kalimantan Timur sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat menekan meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules C-130/A-1337 dari Skadron Udara 33 Lanud Hasanuddin Makassar dan tiba di Lanud Dhomber Balikpapan, Rabu.
Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Buyung Dodi Gunawan. Muzafar menyebutkan, pengiriman ini merupakan bagian dari total 100 unit pompa yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian.
"Pada tahap distribusi terbaru, sebanyak 39 pompa beserta perlengkapan telah dikirim ke wilayah yang membutuhkan," ujar Muzafar.
Distribusi Didasarkan pada Titik Api dan Kondisi Kekeringan
Pemerintah daerah tidak membagikan pompa secara merata ke seluruh kabupaten dan kota. Buyung Dodi Gunawan menjelaskan, pola distribusi disusun berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah, terutama daerah yang mengalami kekeringan dan memiliki sektor pertanian aktif.
"Kami mengombinasikan antara titik api dengan kondisi kekeringan lapangan atau kondisi pertanian," kata Buyung.
Data BPBD Kaltim mencatat ada 1.082 titik panas (hotspot) yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota. Kutai Timur menjadi daerah dengan titik panas terbanyak, disusul Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Paser, Berau, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Mahakam Ulu, dan Kutai Barat.
Paser, Berau, dan Kutai Kartanegara Jadi Prioritas Utama
Meski Kutai Timur memiliki jumlah hotspot tertinggi, distribusi pompa justru diprioritaskan ke daerah dengan tingkat kebutuhan lebih besar. Tiga wilayah yang masuk daftar penerima utama adalah Kabupaten Paser, Berau, dan Kutai Kartanegara.
Selain peralatan pemadam, penanganan karhutla di Kaltim juga diperkuat dengan pengerahan 5.334 personel TNI di bawah koordinasi Kodam VI/Mulawarman. Mereka bertugas membantu pemadaman dan pengendalian titik panas di lapangan.
Buyung menambahkan, kondisi karhutla di Kaltim saat ini belum separah provinsi lain di Pulau Kalimantan. Meski demikian, dukungan peralatan dan personel gabungan dari TNI serta Polri tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, terutama menjelang puncak musim kemarau.