Pencarian

Kebutuhan Data Center untuk AI di RI Melonjak, Telkom Alokasikan Capex 18-20 Persen

Rabu, 26 Agustus 2026 • 07:22:01 WIB
Kebutuhan Data Center untuk AI di RI Melonjak, Telkom Alokasikan Capex 18-20 Persen
Telkom catat kebutuhan konektivitas untuk komputasi AI melonjak 10-20 kali lipat.

Konektivitas Jadi PR Utama Infrastruktur AI

KALIMANTAN TIMUR — Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba mengungkapkan, kebutuhan konektivitas untuk mendukung komputasi AI melonjak drastis. "Untuk compute, konektivitasnya itu lebih dari 10 kali, 10-20 kali. Ini realita yang terjadi," ujarnya dalam konferensi pers Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali.

Pertumbuhan data center saat ini terkonsentrasi di dua lokasi utama. "Kalau kita lihat sekarang bagaimana development dari data center di Indonesia untuk men-support AI, paling tidak ada dua lokasi. Satu di Jakarta, sudah pasti sangat menjamur pengembangan data center. Kemudian yang kedua di Batam," jelas Budi.

Kabel Laut Bifrost Habis Kapasitas dalam Setahun

Lonjakan permintaan ini menjadi tantangan besar karena pembangunan infrastruktur jaringan tidak bisa dilakukan instan. Budi mencontohkan kabel laut Bifrost yang menghubungkan Singapura hingga Amerika Serikat. Sistem kabel tersebut memakan waktu sekitar lima tahun untuk dibangun, namun kapasitasnya langsung habis kurang dari setahun setelah rampung.

"Makanya saya cerita, kita bangun kabel butuh waktu lima tahun, tapi belum satu tahun sudah habis," katanya.

Alokasi Capex Telkom untuk Fiber, Kabel Laut, dan Data Center

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini memastikan investasi perusahaan diarahkan untuk mendukung berbagai infrastruktur digital. Telkom menetapkan rasio capex di kisaran 18-20 persen terhadap revenue, dengan mempertimbangkan potensi pendapatan dan waktu pengembalian investasi.

"Jadi rasio dari capex atau investasi yang kami keluarkan terhadap revenue-nya. Capex kami itu antara 18-20%," ujar Dian.

Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan jaringan seluler, fiber network domestik, konektivitas fiber internasional melalui kabel laut, hingga power dan data center. "Sebagian digunakan untuk membangun fiber network, baik yang dalam negeri maupun fiber yang keluar, international cable luar negeri. Sebagian lain digunakan untuk membangun power dan juga membangun data center," ungkapnya.

Budi menambahkan, posisi Indonesia sebagai pusat data center untuk mendukung AI hanya bisa terwujud jika pembangunan fasilitas komputasi berjalan beriringan dengan ketersediaan konektivitas global. "Kalau Indonesia ini jadi pusat pertumbuhan data center untuk mendukung AI, konektivitas globalnya ini harus tersedia," pungkasnya.

Follow www.halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks