Pencarian

IHSG Menguat ke 6.524 di Tengah Uji Coba Aturan Baru BEI dan Tekanan Yield Obligasi AS

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 11:24:31 WIB
IHSG Menguat ke 6.524 di Tengah Uji Coba Aturan Baru BEI dan Tekanan Yield Obligasi AS
Petugas memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat ke level 6.524 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

KALIMANTAN TIMUR — Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai IHSG masih memiliki ruang penguatan selama mampu bertahan di atas garis Moving Average 100 (MA100). Jika level tersebut tertahan, indeks berpeluang menguji area 6.600 dan menutup celah (gap) di zona 6.700. Investor tetap diminta waspada terhadap potensi tekanan dari bursa global menjelang akhir pekan.

Di sisi lain, indeks LQ45 yang mewakili saham-saham berkapitalisasi besar ikut terkerek 0,41 persen ke posisi 641,36. Hal ini mengindikasikan minat beli masih cukup solid pada saham-saham unggulan.

BEI Siapkan Aturan Baru: Harga Saham Bisa Sentuh Rp1

Otoritas bursa tengah menyiapkan perubahan signifikan pada aturan main perdagangan. BEI berencana memangkas batas minimum harga saham yang dapat ditransaksikan di pasar reguler dan tunai, dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp1 per lembar saham.

Perombakan ini juga mencakup penghapusan dua kriteria dalam Papan Pemantauan Khusus. Pertama, kriteria untuk saham dengan harga rata-rata di bawah Rp51 yang minim likuiditas selama tiga bulan. Kedua, kriteria untuk emiten yang tidak lagi memenuhi syarat papan pemantauan lain namun harganya belum menyentuh Rp50.

Skema batas auto rejection ikut ditata ulang. Untuk rentang harga Rp1–10, batas Auto Rejection Bawah (ARB) dan Atas (ARA) sama-sama menggunakan nilai nominal Rp1. Sementara untuk rentang harga Rp11–200, batas ARB ditetapkan maksimal 15 persen dan ARA maksimal 35 persen.

Untuk saham dengan rentang harga Rp201–5.000, batas ARB maksimal 15 persen dan ARA maksimal 25 persen. Adapun untuk saham di atas Rp5.000, batas ARB maksimal 15 persen dan ARA maksimal 20 persen.

Uji coba sistem baru bersama para Anggota Bursa (AB) dijadwalkan berlangsung pada 22 dan 29 Agustus 2026. BEI menargetkan regulasi anyar ini resmi berlaku efektif mulai 7 September 2026.

Yield Obligasi AS Melesat, Harga Minyak Terdorong Sanksi Iran

Dari pasar global, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melompat lebih dari 5 basis poin (bps) ke posisi 4,704 persen. Tenor 30 tahun juga naik 5 bps ke angka 5,248 persen, meskipun Departemen Keuangan AS berencana melakukan buyback obligasi secara masif.

Kenaikan yield ini berisiko mengerek biaya pinjaman korporasi. Jika tren berlanjut, profitabilitas perusahaan bisa tergerus dan berpotensi menahan laju penguatan bursa saham global.

Di sisi lain, harga minyak mentah melesat lebih dari 2 persen setelah Departemen Keuangan AS memberi sinyal tegas siap menjatuhkan sanksi ekonomi berat kepada Iran. Kondisi ini menambah ketidakpastian di pasar energi.

Kinerja Bursa Global: Wall Street Tertekan, Asia Bervariasi

Pergerakan bursa global semalam mencatatkan hasil yang beragam. Di Amerika Serikat, S&P 500 terkoreksi 0,87 persen ke level 7.641,16. Nasdaq Composite merosot 0,72 persen ke 29.213,17. Dow Jones Industrial Average anjlok 1,32 persen ke 52.759,21.

Bursa Eropa juga mayoritas melemah. Euro Stoxx 50 turun 0,37 persen, DAX Jerman melemah 0,42 persen, dan CAC 40 Prancis terpangkas 0,57 persen. Hanya FTSE 100 Inggris yang mampu bertahan dengan penguatan tipis 0,04 persen.

Pada perdagangan Asia pagi ini, pergerakan masih bervariasi. Nikkei Jepang melemah 0,49 persen ke 65.956,00. Straits Times Singapura terkikis 0,03 persen ke 5.670,60. Kospi Korea Selatan melesat 0,77 persen ke 6.905,52. Sementara itu, Shanghai Composite naik tipis 0,03 persen ke 3.905,95 dan Hang Seng Hongkong menguat 0,56 persen ke 25.841,76.

Kombinasi sentimen domestik dan eksternal yang saling bertolak belakang diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan IHSG pada sesi perdagangan berikutnya. Investor disarankan mencermati pergerakan yield obligasi AS sebagai indikator utama sentimen risiko global. Investasi mengandung risiko.

Follow www.halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: merahputih.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks