KALIMANTAN TIMUR — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, menegaskan instruksinya kepada jajaran direksi PT PP. Perintah ini disampaikan menyusul unggahan resmi akun Instagram BP BUMN, @bumn_id, yang mengabarkan rencana aksi korporasi tersebut.
"Bapak intens untuk restrukturisasi dan merger langsung saja sudah ya. Merger baru restruk. Di mergerin saja. Kita mau harus absorb berapa dan kita harus koreksi buku berapa. Tapi tuntas, saya nggak mau nanti ditunda-tunda, tuntas," ujar Dony dalam unggahan tersebut, Jumat (12/8/2026).
Alasan di Balik Langkah Korporasi PTPP
Merger dan restrukturisasi dinilai penting untuk memperbesar skala usaha PT PP. Dengan skala yang lebih besar, perseroan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan efektivitas bisnis di tengah ketatnya persaingan industri konstruksi nasional.
Proses merger ini direncanakan berjalan setelah PT PP merampungkan penataan keuangan internal. Setelah struktur permodalan dan neraca keuangan dianggap sehat, barulah restrukturisasi bisnis dilakukan untuk memaksimalkan potensi pada lini usaha inti perusahaan.
Target Fondasi Keuangan yang Lebih Sehat
Transformasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi PTPP agar lebih sehat, efisien, dan berdaya saing. Danantara menginginkan holding tersebut memiliki struktur bisnis yang ramping dan fokus, sehingga pertumbuhan usaha dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.
Langkah ini juga menjadi sinyal bagi pelaku pasar bahwa induk usaha BUMN konstruksi serius membereskan kinerja anak perusahaannya. Bagi investor pemegang saham PTPP, aksi korporasi ini patut dicermati karena berpotensi mengubah struktur permodalan dan prospek pendapatan ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT PP belum memberikan keterangan resmi terkait detail calon mitra merger atau besaran nilai transaksi. Kepastian skema dan jadwal penyelesaian masih dinantikan pelaku pasar.