KUTAI KARTANEGARA — Tonggak sejarah baru bagi TNI Angkatan Darat di Kalimantan Timur resmi terpasang. Batalyon Armed 22/Kesumawira kini berdiri sebagai satuan bantuan tempur di bawah Kodam VI/Mulawarman, ditandai dengan pembukaan selubung tunggul satuan oleh Pangdam Mayjen TNI Krido Pramono, Rabu.
Setelah selubung dibuka, tunggul diserahkan secara simbolis kepada Komandan Batalyon Armed 22/Kesumawira, Letkol Arm Novihardi. Peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan jawaban struktural atas kebutuhan pertahanan di wilayah yang tengah bertransformasi menjadi pusat pemerintahan baru.
Menghadapi Ancaman yang Kian Berat dan Kompleks
Krido Pramono menegaskan bahwa kehadiran satuan baru ini merupakan respon langsung TNI AD terhadap kecenderungan ancaman ke depan. "Kehadiran Batalyon Armed 22/Kesumawira merupakan jawaban atas kesungguhan TNI AD dalam menyikapi dan menyiasati kecenderungan ancaman ke depan yang semakin berat dan kompleks," ujarnya di sela-sela peresmian.
Dia berharap satuan yang kini bermarkas di Jalan Singa Lawang, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu ini diterima dengan tangan terbuka oleh masyarakat. Dukungan warga dinilai penting agar pelaksanaan tugas pokok satuan dapat berjalan optimal.
Posisi Strategis di Gerbang IKN
Pemilihan lokasi markas di Kukar bukan tanpa alasan. Kabupaten ini dipandang memiliki posisi yang sangat strategis karena berperan sebagai wilayah penyangga langsung IKN. Kehadiran satuan artileri di titik ini memperkuat lini pertahanan dari sisi selatan menuju pusat pemerintahan baru.
Dukungan Pemprov Kaltim untuk Stabilitas Keamanan
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyambut baik peresmian ini. Dia menilai satuan baru tersebut akan memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.
"Peresmian Batalyon Armed 22/Kesumawira diharapkan semakin memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di wilayah Kaltim," kata Seno Aji.
Pemprov Kaltim, lanjutnya, terus mendorong koordinasi dan kolaborasi yang solid bersama jajaran TNI dan Polri. Hal ini dinilai krusial untuk menciptakan situasi daerah yang aman dan kondusif, sekaligus mendukung kelancaran program pembangunan yang tengah berjalan, termasuk di kawasan IKN.