Pencarian

JPP Simpang Perdau–Tepian Langsat Resmi Beroperasi, Gubernur Kaltim Minta KPC Garap Jalan Pengganti 14 Km

Kamis, 20 Agustus 2026 • 12:47:01 WIB
JPP Simpang Perdau–Tepian Langsat Resmi Beroperasi, Gubernur Kaltim Minta KPC Garap Jalan Pengganti 14 Km
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meresmikan pengoperasian Jalan Pengalih Produksi (JPP) Simpang Perdau–Tepian Langsat di Kutai Timur, Rabu (19/8/2026).

SANGATTA — Keselamatan warga di sekitar wilayah operasi tambang kembali menjadi sorotan. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menegaskan bahwa pembangunan akses jalan pengganti untuk ruas Sangatta–Simpang Perdau tidak bisa ditunda, terutama karena sejumlah titik di jalur tersebut masih rawan longsor.

“KPC juga harus segera membangun jalan pengganti selanjutnya untuk rute Sangatta–Simpang Perdau, sekitar 14 kilometer,” ujarnya saat meresmikan pengoperasian JPP Simpang Perdau–Tepian Langsat di Kutai Timur, Rabu (19/8/2026).

Jangan Sampai Batu Bara Keluar, Warga Justru Terjebak

Harum, sapaan akrab Gubernur, menekankan bahwa kelancaran logistik tambang tidak boleh mengorbankan mobilitas masyarakat. Ia mengingatkan agar aktivitas pengangkutan hasil tambang tetap berjalan beriringan dengan kenyamanan warga menggunakan akses jalan.

“Jangan sampai batubaranya bisa keluar, masyarakatnya malah tidak bisa keluar karena akses jalan rusak dan hancur akibat kegiatan pertambangan dan blasting,” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan di tengah peresmian JPP yang membentang 18,6 kilometer pada ruas Simpang Perdau–Tepian Langsat. Peresmian tersebut turut dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Presiden Direktur PT KPC Muhammad Rudy.

Spesifikasi Jalan Baru: Standar Nasional dengan Underpass 40 Meter

Presiden Direktur dan CEO KPC Muhammad Rudy menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. Proyek yang dikerjakan PT Wijaya Karya selama dua tahun ini mengusung standar jalan nasional dan telah melalui audit verifikasi keselamatan jalan.

“Jalan ini dibangun dengan standar jalan nasional dan sudah melalui proses audit verifikasi keselamatan jalan,” tuturnya.

Secara keseluruhan, trase jalan pengalih di kawasan tersebut memiliki panjang total 22,05 kilometer. Rinciannya, 3,45 kilometer merupakan Jalan Pengalih Sementara (JPS) dengan konstruksi flexible pavement, sedangkan 18,6 kilometer sisanya merupakan JPP.

Dari total panjang JPP, sepanjang 12,85 kilometer menggunakan rigid pavement, sementara 5,35 kilometer menggunakan konstruksi cakar ayam modifikasi. Proyek ini juga dilengkapi Jembatan Kanguru atau underpass sepanjang 40 meter dengan 24 box culvert. Underpass beton di STA 14+700 Tepian Langsat tersebut dibangun oleh Kaltim Nusantara Coal, unit usaha Itacha Resources.

Penerangan Jalan dan Pengawasan Balap Liar

Meski kualitas konstruksi dinilai baik, Harum meminta sejumlah aspek pendukung turut diperhatikan. Ia menyoroti pentingnya penerangan jalan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna, terutama saat berkendara di malam hari.

Ia juga meminta kepolisian melakukan pengawasan secara rutin di jalur tersebut. Langkah ini dinilai perlu agar ruas jalan yang baru diresmikan tidak disalahgunakan untuk aktivitas berbahaya seperti balap liar.

Keberadaan jalan yang layak dinilai akan memperkuat konektivitas sekaligus mendorong investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. “Kebermanfaatan jalan ini seperti urat nadi. Kalau dia tersumbat, keluar penyakitnya macam-macam, aneh-aneh. Begitu juga dengan jalan,” ucapnya.

Setelah diresmikan, jalan penghubung Simpang Perdau dan Tepian Langsat tersebut langsung dimanfaatkan masyarakat. Jalur ini juga menjadi salah satu akses strategis yang menghubungkan Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara.

Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memberikan nilai tambah dan kontribusi ekonomi berkelanjutan bagi Kutai Timur dan Kalimantan Timur. “Semoga jalan ini memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Muhammad Rudy.

Follow www.halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insitekaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks