Pencarian

Cuaca Panas Ekstrem dan Asap Karhutla, Pemkab Kukar Batalkan Pawai Pembangunan HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 • 16:03:31 WIB
Cuaca Panas Ekstrem dan Asap Karhutla, Pemkab Kukar Batalkan Pawai Pembangunan HUT ke-81 RI
Pemkab Kukar membatalkan Pawai Pembangunan dan Budaya HUT ke-81 RI karena cuaca panas ekstrem dan asap karhutla.

TENGGARONG — Keputusan pembatalan tersebut tertuang dalam surat Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar tertanggal 18 Agustus 2026. Surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, itu ditujukan kepada organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, perseroda/BUMD, paguyuban, sekolah, hingga organisasi kepemudaan, keagamaan, dan perempuan se-Kukar.

Pemkab Kukar menilai kondisi cuaca saat ini tidak lagi aman untuk aktivitas di luar ruangan dalam durasi panjang. Suhu udara tercatat mencapai 34 hingga 36 derajat Celsius pada siang hari, sementara kualitas udara mulai dipengaruhi asap kebakaran hutan.

Risiko Heat Stroke dan ISPA Mengintai Peserta Pawai

Dalam surat edaran tersebut, Pemkab Kukar menyebut kombinasi suhu panas ekstrem dan polusi asap berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius. Dua risiko utama yang disorot adalah sengatan panas atau heat stroke serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang saat ini mengalami panas yang cukup ekstrem (34°C s/d 36°C pada siang hari) serta kondisi kualitas udara yang mulai dipengaruhi asap kebakaran hutan, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi peserta pawai (heat stroke dan ISPA), maka pelaksanaan Pawai Pembangunan dan Budaya Tahun 2026 DIBATALKAN,” demikian bunyi keterangan resmi dalam surat tersebut.

Ribuan Peserta dari Berbagai Instansi Batal Tampil

Pawai yang sedianya menjadi puncak perayaan kemerdekaan di Kukar ini melibatkan banyak elemen masyarakat. Peserta yang telah bersiap meliputi jajaran OPD, seluruh kecamatan, perseroda atau BUMD, paguyuban, serta pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Organisasi kepemudaan, keagamaan, dan perempuan se-Kukar juga masuk dalam daftar peserta.

Dengan adanya pembatalan mendadak ini, Pemkab Kukar meminta seluruh pihak yang sebelumnya telah mempersiapkan diri untuk menyesuaikan agenda masing-masing. Langkah ini diambil semata-mata demi menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh peserta di tengah kondisi cuaca dan kualitas udara yang memburuk.

Keputusan ini menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan acara serupa di Kalimantan Timur, di mana fenomena panas ekstrem dan kabut asap kerap melanda pada musim kemarau. Kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan menjadi prioritas utama sebelum memutuskan menggelar aktivitas massal di ruang terbuka.

Follow www.halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: editorialkaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks