BALIKPAPAN — Penurunan penjualan Pertamax di SPBU Balikpapan terpantau dalam sepekan terakhir. Para operator SPBU menyebut pergeseran preferensi konsumen menjadi salah satu pemicu utama, seiring dengan selisih harga yang kian tipis dengan jenis BBM lain.
Kondisi ini berbarengan dengan berlakunya penetapan harga jual eceran terbaru untuk seluruh jenis BBM di Indonesia yang diumumkan pada Rabu (19/8/2025). Keputusan ini langsung berdampak pada aktivitas transaksi harian di stasiun pengisian bahan bakar umum di wilayah Kalimantan Timur.
Faktor Pemicu Turunnya Pembelian Pertamax
Sejumlah pengelola SPBU di Balikpapan mengamini adanya penurunan volume pembelian Pertamax. Salah satu faktor yang disebut adalah kebiasaan konsumen yang mulai membandingkan harga dengan kualitas sebelum memutuskan mengisi tangki kendaraannya.
Selain itu, pergerakan harga BBM non-subsidi yang kerap berubah dalam beberapa pekan terakhir membuat sebagian pengendara menunda pembelian dalam jumlah besar. Mereka cenderung mengisi bahan bakar dalam nominal kecil dan lebih sering.
Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU
Berikut rincian harga BBM resmi yang berlaku per Rabu (19/8/2025) untuk wilayah dengan penetapan harga khusus, termasuk Kalimantan Timur:
- Pertalite: Rp 10.000 per liter
- Pertamax: Rp 12.100 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 13.600 per liter
- Dexlite: Rp 13.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp 14.350 per liter
Harga tersebut merupakan acuan resmi yang dipasang di papan informasi SPBU. Harga aktual di lapangan bisa berbeda tipis tergantung lokasi dan kebijakan operator SPBU setempat.
Respons Pengusaha SPBU di Balikpapan
Menanggapi tren penurunan ini, pihak operator SPBU di Balikpapan menyebut margin keuntungan dari penjualan BBM non-subsidi tetap normal. Namun, mereka berharap ada kepastian harga dalam jangka menengah agar konsumen tidak menahan pembelian.
Mereka juga menilai bahwa edukasi mengenai spesifikasi dan keunggulan masing-masing jenis BBM penting dilakukan. Hal ini dinilai mampu membantu konsumen memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraannya, bukan hanya berdasarkan selisih harga.