Pencarian

PAN Samarinda Targetkan 7 Kursi DPRD, Ranting hingga Kelurahan Disiapkan Hadapi Pemilu 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 • 17:08:31 WIB
PAN Samarinda Targetkan 7 Kursi DPRD, Ranting hingga Kelurahan Disiapkan Hadapi Pemilu 2026
Ketua DPD PAN Samarinda, Suparno, memimpin pelantikan jajaran DPC di 10 kecamatan sebagai langkah awal konsolidasi partai.

SAMARINDA — Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Samarinda mulai merapikan mesin politiknya dengan melantik jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di 10 kecamatan pada Selasa (18/8/2026). Pelantikan ini menjadi fondasi awal untuk mengejar target ambisius partai pada pemilihan legislatif mendatang.

Ketua DPD PAN Kota Samarinda, Suparno, menyebut konsolidasi ini merupakan instruksi langsung dari Ketua DPW PAN Kalimantan Timur, Erwin Izharuddin. Mandat yang diberikan bukan sekadar mempertahankan kursi, melainkan merebut posisi pimpinan di DPRD Kota Samarinda.

"Instruksi beliau adalah mengedepankan kinerja, kerja-kerja politik dan memberi tugas kepada DPD Samarinda untuk memperoleh pimpinan di Kota Samarinda. Semoga itu bisa tercapai. Optimis, selalu optimis kita," ujar Suparno di sela acara.

Struktur Partai Dikerjakan hingga Tingkat Kelurahan

Setelah DPC 10 kecamatan terbentuk, Suparno memastikan konsolidasi tidak berhenti di situ. PAN Samarinda akan segera melanjutkan pembentukan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) hingga tingkat kelurahan. Ia mengakui struktur di level terbawah sebenarnya sudah berjalan, tinggal menunggu jadwal pelantikan resmi.

"Ini baru pelantikan kecamatan. Setelah ini kita akan membentuk kelurahan. Memang sudah jalan semua, tinggal setelah ini melakukan pelantikan ke kelurahan," jelasnya.

Kerapian struktur hingga tingkat ranting dinilai krusial untuk memenangkan pertarungan di daerah pemilihan (dapil) yang tersebar di seluruh kecamatan.

KPU Dihadirkan untuk Pastikan Mekanisme Pemilu

Dalam Rakerda yang digelar bersamaan dengan pelantikan, PAN Samarinda sengaja menghadirkan perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Langkah ini diambil untuk memastikan strategi partai tidak keliru di tengah ketidakpastian aturan main pemilu.

"Di Rakerda ini juga kita ada pembicara dari KPU. Nanti kita dengarkan dari KPU bagaimana, apakah seperti rumor yang terpisah oleh pusat atau masih tetap sama," kata Suparno.

Ia mengakui hingga kini partainya belum bisa memastikan apakah sistem pemilu akan kembali menggunakan mekanisme terbuka atau berubah menjadi tertutup. Meski begitu, Suparno menegaskan kesiapan PAN menghadapi skenario apa pun.

Kader Diwajibkan Aktif di Media Sosial

Menghadapi dominasi pemilih generasi Z, PAN Samarinda mengubah strategi komunikasi politik. Seluruh kader kini diwajibkan aktif bermedia sosial sebagai kanal utama menjangkau pemilih muda.

"Gen Z itu biasanya kan memakai sosmed. Hari ini semua kader PAN itu diwajibkan untuk main sosmed," tuturnya.

Suparno mengakui kebijakan ini menjadi tantangan bagi kader senior yang tidak terbiasa dengan platform digital. Namun, partai menyiapkan tim khusus untuk mendukung kader yang kesulitan beradaptasi.

"Kadang-kadang kami yang tua-tua ini agak bingung juga. Tetapi arahan pusat kita jalankan semua. Jadi ada memang tim-tim yang bergerak untuk itu," pungkasnya.

Dengan konsolidasi struktural dan strategi digital yang berjalan paralel, PAN Samarinda berharap target tujuh kursi di parlemen kota dapat tercapai pada kontestasi mendatang.

Follow www.halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insitekaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks