KALIMANTAN TIMUR — JAKARTA — Momen upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin, 17 Agustus, menjadi pengalaman emosional bagi Dewi Sukarno. Di usianya yang sudah lanjut, perempuan yang pernah mendampingi Presiden Sukarno itu mengaku sempat terkejut dengan berbagai perubahan fisik yang terjadi di lingkungan Istana Kepresidenan.
"Saya kaget sekali, istananya sudah ganti banyak ya. Ada gedung yang dulu tidak ada," ujar Dewi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Halaman Bersejarah yang Kini Berubah Fungsi
Salah satu perubahan yang paling membekas dalam ingatannya adalah kawasan di antara Istana Negara dan Istana Merdeka. Menurut Dewi, area tersebut pada masa lalu merupakan hamparan halaman yang sangat luas dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kompleks kepresidenan.
"Dulu antara Istana Negara dan Istana Merdeka ada halaman yang besar, sekarang ada gedung," katanya.
Kehadiran bangunan baru di titik yang dulunya merupakan ruang terbuka itu menjadi simbol visual betapa masifnya transformasi yang terjadi di pusat pemerintahan. Bagi Dewi, perubahan ini bukan sekadar soal arsitektur, melainkan juga jejak sejarah yang ikut bergeser.
Harapan di Tengah Perubahan Zaman
Saat ditanya mengenai harapannya untuk Indonesia pada momentum kemerdekaan tahun ini, Dewi Sukarno menyampaikan pesan yang singkat namun sarat makna. Ia hanya berujar, "Selalu maju sekali."
Pernyataan tersebut disampaikannya di sela-sela kehadirannya dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi yang digelar di Istana Merdeka. Dewi tampak hadir mengenakan busana formal, larut dalam khidmatnya upacara pengibaran bendera yang juga dihadiri oleh sejumlah tokoh negara dan tamu undangan lainnya.
Kehadiran Dewi Sukarno dalam upacara tahun ini menjadi pengingat akan sejarah panjang republik, sekaligus momentum untuk melihat langsung wajah baru Istana yang terus berbenah mengikuti perkembangan zaman. Meski fisik bangunan berubah, nilai-nilai perjuangan yang pernah tumbuh di halaman-halaman itu diharapkan tetap terpelihara.