KALIMANTAN TIMUR — Presiden Direktur PT Handal Indonesia Motor (HIM) Denny Siregar mengungkapkan bahwa aktivitas perakitan mobil listrik Neta di fasilitasnya tengah dihentikan sementara. Meski begitu, jalur komunikasi antara kedua pihak disebut masih tetap terbuka hingga saat ini.
"Neta saat ini di sananya (China) sedang dalam satu kondisi ya. Kalau di kami (PT Handal) komunikasi masih. Tapi mungkin kalau untuk kelanjutan (produksi) Neta sendiri yang bisa jawab. Tapi kalau dibilang komunikasi, masih," kata Denny kepada wartawan di Purwakarta (13/8/2026).
Produksi Dihentikan Sejak Tahun Lalu
Denny menambahkan, lini produksi untuk Neta sejatinya sudah tidak beroperasi dalam kurun waktu yang cukup lama. "Produksi saat ini memang sedang di-pause (disetop), sejak tahun lalu," ujarnya.
Penghentian ini memutus rantai perakitan yang sebelumnya sempat berjalan cukup serius. Padahal, Neta sempat menunjukkan komitmen kuat untuk membangun basis manufaktur di Indonesia dengan menggandeng HIM sebagai mitra perakitan.
Dari CKD di Bekasi hingga Tiga Merek China
Kerja sama perakitan secara completely knocked down (CKD) ini berlangsung di fasilitas pabrik Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat. Aktivitas perakitan lokal perdana dimulai pada April 2024 dengan Neta V-II sebagai model pertama yang dirakit di Indonesia, disusul kemudian oleh Neta X di fasilitas yang sama.
Langkah ini sempat menjadi bagian dari strategi besar Neta untuk memperkuat posisinya di pasar otomotif nasional. Bahkan, sepanjang 2024, pabrik milik Handal tersebut menjadi rumah perakitan bagi tiga merek asal China sekaligus, yakni Chery, Neta, dan Jetour.
Tekanan di Tengah Restrukturisasi Hozon Auto
Terhentinya produksi Neta tidak bisa dilepaskan dari kondisi finansial perusahaan induknya, Hozon Auto. Perusahaan yang berbasis di China tersebut diketahui tengah menjalani proses restrukturisasi sejak 2025. Sebelumnya, detikOto sempat melaporkan bahwa lini produksi Neta di Indonesia telah berhenti sekitar enam bulan hingga Januari 2026.
Dampak dari kondisi ini pun terasa hingga ke lini penjualan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), retail sales Neta mengalami penurunan dari 570 unit pada 2024 menjadi hanya 406 unit pada 2025.
Target Restrukturisasi dan Nasib ke Depan
Neta sebelumnya sempat menyatakan bahwa proses restrukturisasi Hozon Auto ditargetkan rampung pada pertengahan 2026. Namun, pernyataan terbaru dari pihak Handal mengindikasikan bahwa kepastian kelanjutan produksi di Indonesia masih sepenuhnya berada di tangan prinsipal.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai model apa yang akan diproduksi atau kapan lini perakitan akan kembali beroperasi jika restrukturisasi selesai. Yang jelas, masa depan Neta di pasar otomotif Indonesia masih menjadi tanda tanya besar di tengah ketidakpastian yang menyelimuti perusahaan induknya.