Pencarian

Program MBG di Balikpapan Disajikan Tepat Waktu demi Cegah Basi, Sekolah Minta Menu Dilengkapi Minuman

Selasa, 11 Agustus 2026 • 17:18:31 WIB
Program MBG di Balikpapan Disajikan Tepat Waktu demi Cegah Basi, Sekolah Minta Menu Dilengkapi Minuman
Makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah dasar di Balikpapan langsung dibagikan kepada siswa begitu tiba untuk mencegah makanan basi.

BALIKPAPAN — Manajemen sekolah dasar di Kota Balikpapan menerapkan aturan ketat soal waktu penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan yang diantar penyedia langsung dibagikan kepada siswa begitu tiba, tanpa menunggu lama, demi mencegah makanan basi atau tidak layak konsumsi.

Plt Kepala Sekolah Marlina menjelaskan, mekanisme distribusi disesuaikan dengan jadwal belajar siswa. Untuk rombongan belajar pagi, makanan tiba sekitar pukul 08.00 Wita dan baru dikonsumsi saat jam istirahat pukul 09.00 Wita.

Makan Siang Siswa Diantar Tepat Saat Bel Masuk

Situasi berbeda terjadi untuk siswa yang masuk siang hari. Makanan diantar penyedia sekitar pukul 13.00 Wita, bertepatan dengan jam masuk sekolah.

"Kalau siang itu anak-anak masuk pukul 1, makanan datang pukul 1 pula, langsung kita sajikan. Karena kalau kelamaan takutnya makanan itu basi atau tidak layak makan lagi," kata Marlina, Selasa (11/8/2026).

Pihak sekolah pun mengimbau orang tua siswa yang masuk siang agar tidak menyiapkan bekal makan siang dari rumah. Anak-anak diarahkan makan di sekolah melalui program MBG, sementara siswa pagi tetap dianjurkan sarapan di rumah sebelum berangkat.

820 Siswa dan Seluruh Guru Jadi Penerima Manfaat

Program yang berjalan sejak Mei 2026 ini menjangkau hampir seluruh warga sekolah. Total penerima manfaat mencapai sekitar 820 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Selain pelajar, jajaran guru dan tenaga kependidikan juga mendapatkan makanan. Marlina menyebut jumlah pegawai di sekolahnya sekitar 50 orang dan semuanya menerima jatah MBG.

Usulan Tambahan Minuman agar Menu Lebih Lengkap

Di tengah berjalannya program, sekolah menyampaikan satu catatan untuk penyempurnaan. Marlina berharap menu MBG ke depan diselingi minuman pendamping, bukan hanya makanan pokok.

"Masukannya mungkin diselang-selingi dengan minuman. Selama ini belum ada minumannya, hanya makanan. Kadang-kadang ada susu, tetapi tidak rutin," ujarnya.

Menurut Marlina, keberlanjutan program harus dibarengi evaluasi berkala antara sekolah dan penyedia makanan. Ia menilai makanan bergizi bagi anak bukan sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga bentuk perhatian agar generasi muda tumbuh sehat.

"Kalau bisa ke depannya ada minuman juga," kata Marlina.

Follow www.halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inibalikpapan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks