TANJUNG REDEB — Anak-anak di Kabupaten Berau kini memiliki ruang aman untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) resmi menghadirkan Telepon Sahabat Anak, sebuah layanan pengaduan yang menyasar persoalan kekerasan, perundungan, hingga pelecehan seksual.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPKBP3A Berau, Warji, menegaskan bahwa kehadiran layanan ini bukan sekadar menerima laporan. Informasi yang masuk dari anak-anak akan menjadi dasar untuk memberikan pendampingan dan penanganan lebih lanjut melalui mekanisme perlindungan anak yang berlaku.
Forum Anak Berau Jadi Garda Depan Penerima Laporan
Yang menarik dari program ini adalah keterlibatan Forum Anak Berau dalam proses pengaduan. Mereka berperan aktif menerima informasi dari teman sebayanya sebelum diteruskan ke perangkat daerah atau lembaga terkait.
Pendekatan ini dinilai penting karena anak-anak seringkali lebih nyaman bercerita kepada teman sebaya dibandingkan orang dewasa. Dengan adanya perantara dari Forum Anak, diharapkan korban tidak merasa sendirian dan lebih berani mengungkapkan masalahnya.
“Harapannya anak-anak tidak lagi ragu untuk melapor ketika mengalami kekerasan atau perundungan. Dengan adanya layanan ini, mereka bisa merasa lebih aman dan nyaman saat menyampaikan pengaduan,” ujar Warji.
Deklarasi RANA: Membangun Lingkungan Ramah Anak Secara Menyeluruh
Layanan pengaduan ini tidak berdiri sendiri. DPPKBP3A Berau juga mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak melalui Deklarasi Ruang Aman Nyaman Anak (RANA).
Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari diskriminasi. Langkah ini menunjukkan bahwa perlindungan anak tidak hanya soal penanganan kasus setelah terjadi, tetapi juga pencegahan dengan membangun lingkungan yang sehat sejak awal.
“Perlindungan anak membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, terutama keluarga. Anak-anak harus mendapatkan ruang untuk tumbuh sehat, cerdas, terlindungi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” katanya.
Mengapa Saluran Khusus Anak Menjadi Krusial?
Warji menilai keberadaan layanan pengaduan semakin mendesak karena kasus kekerasan terhadap anak masih berpotensi terjadi di lingkungan masyarakat. Seringkali, korban kesulitan menyampaikan persoalan kepada orang dewasa di sekitarnya karena merasa takut atau tertekan.
Melalui Telepon Sahabat Anak dan penguatan ruang ramah anak, Pemkab Berau berharap anak-anak semakin paham ke mana harus meminta bantuan. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun Kabupaten Berau yang tidak hanya ramah terhadap anak secara ruang, tetapi juga menyediakan saluran yang memungkinkan suara anak didengar dan ditindaklanjuti.
“Semoga layanan ini dapat meningkatkan keberanian anak-anak untuk menyampaikan laporan ketika menghadapi persoalan, sekaligus mempercepat upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Berau,” pungkas Warji.