KALIMANTAN TIMUR — Jadwal rilis smartphone pada Agustus 2026 terbilang padat. Setidaknya enam merek besar siap meluncurkan produk baru dalam waktu hampir bersamaan. Kabar baiknya, persaingan ketat biasanya mendorong harga lebih kompetitif di pasar Indonesia.
Namun, sebelum menabung, perlu dicatat: sebagian besar informasi di bawah masih berupa bocoran. Prediksi harga mengacu pada pasar India, dan spesifikasi final bisa berubah saat perilisan resmi.
Google Pixel 11 Series: Lampu LED di Modul Kamera dan Basis 256 GB
Google telah mengonfirmasi acara "Made by Google" pada 12 Agustus 2026. Panggung ini akan menjadi ajang debut empat varian Pixel 11: Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold.
Semua model dipercaya memakai chipset Tensor G6 berbasis fabrikasi 2 nanometer. Fitur paling menarik justru datang dari "Pixel Glow"—lampu LED warna-warni di modul kamera belakang yang berfungsi sebagai indikator notifikasi, mirip Glyph Interface pada ponsel Nothing. Ini pertama kalinya Google menghadirkan fitur semacam itu.
Kabar signifikan lain: Google dikabarkan menghapus opsi penyimpanan 128 GB dan menjadikan 256 GB sebagai varian dasar. Harga estimasi mulai dari USD 899 (sekitar Rp 16,2 juta) untuk Pixel 11 dan USD 1.899 (sekitar Rp 34,3 juta) untuk Pixel 11 Pro Fold.
Poco M8 Power 5G: Baterai 8.000 mAh di Harga Rp 3,7 Juta
Poco memilih tanggal 4 Agustus 2026 untuk meluncurkan M8 Power 5G. Ponsel ini menyasar segmen entry-level dengan nilai jual utama: baterai besar.
Bocoran spesifikasi menyebut kapasitas baterai mencapai 8.000 mAh dengan pengisian cepat 45 watt. Layarnya AMOLED 7 inci dengan refresh rate 120 Hz, ditenagai chipset Snapdragon 4 Gen 4, dan kamera utama 50 MP. Sertifikasi IP65 juga disebut akan tersedia.
Dengan harga di bawah Rp 3,7 juta, ponsel ini berpotensi menjadi incaran utama bagi mereka yang butuh daya tahan ekstra untuk streaming atau mobile gaming ringan.
Honor Robot Phone: Kamera Gimbal Mekanis Buatan ARRI
Honor mengambil pendekatan berbeda. Pada 12 Agustus 2026, mereka akan meluncurkan "Robot Phone" yang dikembangkan bersama perusahaan kamera asal Jerman, ARRI.
Keunggulan utama perangkat ini adalah lengan gimbal mekanis pada kamera yang dapat bergerak otomatis mengikuti objek. Ini bukan sekadar stabilisasi elektronik (EIS) atau gimbal internal (OIS), melainkan gerakan fisik kamera yang nyata. Spesifikasi pendukungnya dikabarkan membawa kamera utama 200 MP dan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Honor juga menyebut perangkat ini akan menjadi yang pertama menjalankan sistem operasi baru mereka, Honor AgenticOS. Harga resmi belum diumumkan, tapi pre-order sudah dibuka di China. Ini produk paling eksperimental di daftar ini; kami menunggu pengujian nyata untuk melihat apakah gimbal mekanisnya berfungsi mulus atau justru menjadi titik rawan kerusakan.
iQoo Z11 (Versi India): Baterai 9.020 mAh
iQoo dijadwalkan merilis Z11 versi India pada Agustus 2026. Perbedaan utama dengan model China terletak pada chipset: versi India menggunakan MediaTek Dimensity 7500, sementara model China memakai Dimensity 8500.
Spesifikasi lain diperkirakan tetap sama, termasuk layar AMOLED 6,83 inci, baterai jumbo 9.020 mAh dengan pengisian cepat 90 watt, kamera utama 50 MP, dan kamera depan 32 MP. Harga diprediksi di bawah Rp 5,6 juta. Kombinasi baterai sebesar itu dan chipset kelas menengah yang efisien berpotensi menghasilkan daya tahan luar biasa.
Vivo V80 dan Kembalinya Seri S2
Vivo punya dua agenda besar bulan ini. Pertama, mereka dikabarkan akan memperkenalkan Vivo V80 yang fokus pada fotografi. Bocoran spesifikasinya cukup menggoda: layar datar AMOLED 6,59 inci 1,5K dengan refresh rate 144 Hz, chipset Snapdragon 7 Gen 4, dan baterai 7.200 mAh dengan pengisian 90 watt.
Sektor kamera menjadi andalan utama dengan konfigurasi tiga kamera belakang: utama 50 MP, periskop telefoto 50 MP, dan ultrawide 8 MP. Kamera depannya juga 50 MP. Fitur pendukung seperti sensor sidik jari ultrasonik, rangka aluminium, dan sertifikasi IP69 membuat perangkat ini terdengar solid. Harga diprediksi sekitar Rp 11,3 juta.
Kedua, Vivo menghidupkan kembali lini S-Series setelah vakum tujuh tahun lewat Vivo S2. Microsite-nya sudah muncul di Amazon India. Spesifikasinya lebih sederhana: layar AMOLED 6,59 inci, chipset MediaTek Dimensity 7360, baterai 7.000 mAh dengan pengisian 80 watt, dan kamera utama 50 MP. Harga mulai sekitar Rp 7,1 juta.
Catatan untuk Pasar Indonesia
Kabar Vivo V80 dan S2 datang dari laporan pasar India. Vivo Indonesia memiliki strategi peluncuran berbeda: seri V di dalam negeri kerap hadir dengan spesifikasi yang tidak persis sama dengan versi India, dan lini S-Series belum tentu masuk pasar lokal. Jangan mengambil keputusan berdasarkan bocoran pasar India sebelum ada konfirmasi resmi untuk Indonesia.
Oppo A7 Pro Max: Baterai 10.000 mAh Pertama dari Oppo
Oppo juga diperkirakan merilis A7 Pro Max bulan ini. Ini akan menjadi ponsel dengan baterai terbesar yang pernah dipakai Oppo: 10.000 mAh dengan pengisian cepat 80 watt.
Spesifikasi lain masih berupa rumor: layar OLED 120 Hz, chipset Snapdragon 4 Gen 5, dan kamera utama 50 MP. Belum ada jadwal rilis resmi maupun harga. Jika benar hadir dengan harga menengah, ini bisa menjadi disruptor besar di kelasnya—mengalahkan kapasitas baterai Poco M8 Power dan iQoo Z11 sekaligus.
Mana yang Paling Menarik?
Dari keenam perangkat ini, dua yang paling layak ditunggu adalah Google Pixel 11 dan Honor Robot Phone. Pixel 11 menawarkan ekosistem software terbaik dan fitur inovatif (Pixel Glow), sementara Honor mencoba hal yang benar-benar baru di industri kamera.
Untuk pasar Indonesia, Poco M8 Power 5G dan Oppo A7 Pro Max adalah dua nama yang paling mungkin masuk dengan harga kompetitif. Poco sudah punya basis pengguna kuat di segmen entry-level, sementara Oppo punya jaringan distribusi luas. iQoo Z11 juga menarik, tapi kehadiran resminya di Indonesia masih belum pasti.