KALIMANTAN TIMUR — Spekulasi mengenai kebugaran Lamine Yamal mengiringi perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026. Pemain sayap Barcelona itu tiba di Amerika Serikat untuk laga perdana fase grup dalam kondisi yang belum seratus persen fit. Cedera hamstring yang membekapnya sebelum turnamen sempat menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penggemar dan pengamat.
Mengaku Profesional, Kritik Dianggap Tak Berdasar
Yamal menegaskan bahwa dirinya selalu mengutamakan profesionalisme. Ia merasa kritik yang dialamatkan kepadanya selama turnamen berlangsung tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
"Saya selalu profesional dan tidak pernah melakukan hal yang tidak profesional," tegas Yamal dalam sebuah wawancara. Ia menambahkan bahwa pernyataan-pernyataan miring tersebut datang dari orang-orang yang tidak mengenalnya secara pribadi.
Kondisi Fisik di Balik Performa Kurang Maksimal
Kritik terhadap Yamal muncul seiring performanya yang dinilai belum mencapai level terbaik di beberapa pertandingan awal Piala Dunia. Publik mulai mempertanyakan komitmen pemain muda tersebut.
Namun, fakta bahwa ia baru pulih dari cedera hamstring menjadi konteks yang kerap terlewat. Bermain di turnamen sebesar Piala Dunia dengan kondisi fisik yang belum prima jelas mempengaruhi ritme permainan seorang pemain.
Dukungan dari Skuad dan Pelatih
Di tengah tekanan, Yamal mendapat dukungan penuh dari rekan setim dan pelatih Luis de la Fuente. Mereka menilai kritik tersebut tidak proporsional dan mengganggu konsentrasi tim.
De la Fuente secara terbuka membela pemain binaannya. Ia menilai Yamal telah berjuang keras untuk bisa tampil membela negara di tengah masalah cedera yang dihadapinya.
Kini, Lamine Yamal berharap kritik yang menerpanya bisa mereda. Fokusnya saat ini adalah membantu Tim Matador melaju lebih jauh di Piala Dunia dan membuktikan kemampuannya di atas lapangan hijau.