Pencarian

Bontang Siapkan Dua Kawasan Industri Raksasa, KIE dan Bontang Lestari Bidik Investor Nasional dan Global

Senin, 25 Mei 2026 • 12:23:01 WIB
Bontang Siapkan Dua Kawasan Industri Raksasa, KIE dan Bontang Lestari Bidik Investor Nasional dan Global
Kaltim Industrial Estate di Bontang siap dukung pengembangan industri dengan infrastruktur lengkap.

BONTANG — Dua kawasan industri raksasa di Kota Bontang resmi dipasarkan ke investor nasional dan global. Pemerintah Kota setempat menyiapkan Kaltim Industrial Estate (KIE) dan Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari sebagai pusat pengembangan industri dan logistik di Kalimantan Timur.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, mengatakan kedua kawasan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Bontang sebagai daerah penyangga industri, terutama dengan adanya momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

KIE: Kawasan Industri 214 Hektare dengan Akses Langsung ke Pelabuhan

Kaltim Industrial Estate (KIE) saat ini menjadi salah satu kawasan yang berkembang pesat di Bontang. Lahan seluas 214,09 hektare itu telah dilengkapi infrastruktur dasar yang terintegrasi untuk menunjang berbagai aktivitas bisnis dan industri.

Sejumlah sektor usaha telah beroperasi di kawasan tersebut, meliputi pengembangan kawasan industri, produksi ready mix concrete, bisnis properti dan perdagangan, hingga proyek engineering, procurement and construction (EPC).

“Fleksibilitas sektor usaha di KIE menjadi nilai tambah karena mampu menampung berbagai jenis industri baru,” ujar Aspian Nur.

Kawasan ini memiliki akses langsung ke Pelabuhan Lok Tuan dan Pelabuhan LNG Badak. Selain itu, KIE juga terhubung dengan jalur darat menuju Samarinda dan Balikpapan. Letaknya yang dekat dengan kawasan industri petrokimia, energi, dan manufaktur yang telah lebih dulu berkembang di Bontang dinilai menguntungkan bagi investor yang ingin membangun industri hilirisasi maupun industri pendukung.

“Ketangguhan operasional di kawasan ini juga didukung pasokan listrik, air bersih, jaringan telekomunikasi, hingga kesiapan tenaga kerja industri yang kompetitif,” kata Aspian.

Bontang Lestari: 1.102 Hektare untuk Industri Hijau dan Logistik

Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari diproyeksikan menjadi kawasan pengembangan industri skala besar di masa depan. Dengan luas lahan mencapai 1.102 hektare, kawasan ini membuka peluang investasi untuk berbagai sektor strategis.

Sektor yang ditawarkan meliputi industri pengolahan dan hilirisasi sumber daya alam, pusat logistik dan pergudangan, hingga pengembangan energi dan industri hijau ramah lingkungan.

Keunggulan utama Bontang Lestari terletak pada posisinya yang berada di wilayah pesisir. Hal ini memberikan potensi konektivitas kuat dengan jalur distribusi laut, yang penting untuk mendukung efisiensi rantai pasok serta memperlancar aktivitas ekspor dan impor.

“Di tengah menyusutnya lahan industri di Indonesia, Bontang Lestari menjadi peluang investasi jangka panjang yang sangat potensial,” ucap Aspian Nur.

Momentum IKN dan Hilirisasi Nasional

Pembangunan IKN dinilai menjadi peluang besar bagi Bontang untuk memperkuat perannya sebagai daerah penyangga industri dan logistik di Kalimantan Timur. Kebijakan nasional terkait hilirisasi sumber daya alam juga semakin memperbesar peluang masuknya investasi ke daerah.

Aspian Nur optimistis kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, jaminan energi, serta akses pasar domestik dan ekspor akan menjadikan Bontang sebagai salah satu pusat investasi utama di Indonesia Timur dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami berharap promosi Kaltim Industrial Estate dan Kawasan Industri Bontang Lestari mampu menarik minat investor untuk menanamkan modal di berbagai sektor strategis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran investasi baru tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai investasi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing industri Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional.

Bagikan
Sumber: bontangpost.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks