KALIMANTAN TIMUR — Microsoft sepertinya belum puas dengan berbagai percobaan desain Copilot di Windows 11. Setelah melalui setidaknya enam kali perubahan antarmuka, raksasa software itu kini mengembalikan asisten AI-nya ke bentuk asli: sebuah sidebar yang menempel di sisi layar dan secara otomatis menggeser aplikasi lain untuk memberi ruang. Perubahan ini pertama kali terdeteksi oleh Windows Latest dan saat ini sedang dalam tahap peluncuran bertahap ke seluruh pengguna.
Bagaimana Cara Kerja Mode Docking Baru?
Dalam pengujian yang dilakukan, secara bawaan Copilot masih terbuka sebagai aplikasi terpisah. Namun, pengguna kini bisa melihat menu tarik-turun baru di bilah judul. Saat kursor diarahkan ke menu tersebut, opsi "snapping" atau penjepitan posisi akan muncul.
Menu tersebut menyediakan beberapa tata letak khusus untuk Copilot. Pertama, mode aplikasi standar seperti saat ini. Kedua, mode picture-in-picture yang membuat jendela Copilot tetap berada di atas aplikasi lain. Dua opsi baru lainnya adalah kemampuan untuk menempelkan (dock) Copilot ke sisi kiri atau kanan layar.
Saat mode docking aktif, antarmuka Windows 11 secara otomatis mengatur ulang ukuran. Desktop watermark atau wallpaper akan bergeser ke sisi lain, dan aplikasi yang sedang terbuka akan menyesuaikan posisinya untuk mengisi sisa ruang yang tersedia. Contohnya, saat File Explorer dibuka dalam mode layar penuh, Copilot tetap bisa "menempati" sebagian ruang di sisi kanan tanpa menimpa jendela explorer tersebut.
Kembali ke Akar, Tapi dengan Kendali Lebih Besar
Konsep ini sebenarnya bukan hal baru. Saat pertama kali diperkenalkan, Copilot hadir sebagai sidebar yang hidup berdampingan dengan aplikasi lain. Idenya memungkinkan pengguna bertanya soal apa pun yang ada di layar tanpa harus membuka jendela terpisah. Namun, implementasi awalnya dinilai buruk karena Copilot saat itu sepenuhnya bergantung pada teknologi web dan minim integrasi dengan aplikasi Windows lain.
Microsoft kemudian mengganti sidebar tersebut dengan aplikasi Copilot yang berdiri sendiri, yang belakangan malah berubah menjadi aplikasi web berbasis Edge. Windows Latest juga menemukan bahwa Copilot versi terbaru dikemas dengan salinan privat peramban Edge, yang kemungkinan besar digunakan untuk mendukung fitur docking yang lebih mulus.
Yang membedakan versi baru ini dengan pendahulunya adalah kontrol yang lebih besar. Pengguna tidak hanya bisa memilih sisi penempatan, tetapi juga bisa mengubah Copilot menjadi jendela kecil yang melayang di atas aplikasi lain — mirip dengan mode picture-in-picture. Ini memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh versi sidebar orisinal.
Enam Kali Ganti Baju, Satu Tujuan
Perombakan desain Copilot yang hampir mencapai setengah lusin kali ini menunjukkan bahwa Microsoft masih mencari formula paling pas untuk mengintegrasikan AI ke dalam sistem operasi. Dari sidebar, ke aplikasi mandiri, lalu berubah menjadi web app, dan kini kembali ke bentuk sidebar — perjalanan ini mencerminkan tantangan teknis dan pengalaman pengguna yang belum sepenuhnya terpecahkan.
Pertanyaan besarnya kini adalah apakah pendekatan "kembali ke akar" dengan tambahan kontrol ini akan cukup untuk membuat pengguna benar-benar memanfaatkan Copilot sebagai asisten yang menyatu dengan aktivitas di layar, atau justru akan kembali menuai kritik seperti sebelumnya. Bagi pengguna Windows 11 yang penasaran, fitur ini bisa dicoba segera setelah pembaruan muncul di perangkat masing-masing.