KUTAI KARTANEGARA — Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Kutai Kartanegara, Johansyah, menyatakan Musda ke-11 yang mengusung tema "Menguatkan Konsolidasi Mewujudkan Kutai Kartanegara Maju dan Berkeadilan" bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Tema tersebut, menurut dia, adalah penegasan arah perjuangan kader partai berlambang pohon beringin itu dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menekankan, kata "berkeadilan" dalam tema Musda sengaja dipilih untuk membawa pesan spesifik: tidak ada lagi wilayah yang terpinggirkan dalam proses pembangunan di Kukar yang memiliki wilayah sangat luas.
"Dari segi pembangunan harus berkeadilan. Tidak melihat tempat, tidak melihat wilayah, tetapi seluruh wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara harus mendapatkan pembangunan," ujar Johansyah, Senin (31/8/2026).
Menurut Johansyah, seluruh kader Golkar di kecamatan hingga desa memiliki tanggung jawab memperjuangkan pemerataan tersebut. Ia berharap setiap pengurus daerah mampu mengawal kebutuhan warganya masing-masing.
"Semua masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara, kader Golkar harus berjuang bisa mendapatkan porsi pembangunan," tegasnya.
Lebih jauh, Musda ke-11 dinilai menjadi langkah awal kebangkitan Golkar di Kukar. Johansyah menargetkan konsolidasi yang solid dari tingkat kabupaten hingga ranting akan mengembalikan posisi partai di tengah masyarakat.
"Golkar Kukar ke depan harus kembali kepada marwah dan kejayaan di Kabupaten Kutai Kartanegara," pungkasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar menyambut proses demokrasi internal partai ini dengan sukacita. Musda, lanjutnya, adalah ruang untuk menghasilkan ide dan gagasan baru bagi perkembangan partai sekaligus pembangunan daerah ke depan.
"Ini momentum besar bagi seluruh kader Partai Golkar sehingga harus disambut dan dilaksanakan dengan sukacita dan riang gembira dalam konteks demokrasi," jelasnya.