KALIMANTAN TIMUR — Aktris Hollywood, Gal Gadot, tengah bersiap merilis film terbarunya yang berjudul The Runner. Dalam keterangannya, ia mengisahkan bahwa proyek ini bukan sekadar tayangan aksi biasa—produksinya menuntut dirinya menembus batas ketahanan mental dan fisik.
Gal Gadot mengakui bahwa The Runner adalah salah satu proyek paling menantang yang pernah ia jalani. Adegan-adegan yang membutuhkan kondisi prima dan pendalaman karakter yang intens menjadi bagian dari rutinitas hariannya selama masa produksi.
Meski ia tidak membeberkan detail spesifik adegan yang paling menguras tenaga, pernyataannya menegaskan bahwa film ini dirancang sebagai tontonan dengan intensitas tinggi. Persiapan fisiknya pun disebut jauh lebih matang dibanding proyek-proyek sebelumnya.
Sayangnya, detail premis cerita The Runner masih disimpan rapat oleh tim produksi. Yang jelas, film ini dikemas dengan genre aksi yang menonjolkan kemampuan atletis sang pemeran utama.
Bagi Gal Gadot, The Runner hadir di tengah reputasinya yang sudah mapan sebagai aktris laga lewat franchise Wonder Woman dan Fast & Furious. Proyek ini tampaknya menjadi pembuktian lain bahwa ia mampu membawa beban fisik sebuah film besar di pundaknya.
Perjalanan produksi yang berat ini juga memberi sinyal bahwa Gal Gadot serius memperluas portofolio aktingnya—bukan hanya mengandalkan karakter superhero yang melekat padanya.
Jadwal rilis resmi The Runner belum diumumkan secara detail. Namun, dengan pengakuan Gal Gadot soal tantangan produksinya, ekspektasi penonton terhadap kualitas aksi di dalam film ini dipastikan meningkat.
Langkah ini menegaskan posisi Gal Gadot di jajaran aktris aksi papan atas Hollywood yang terus mencari proyek-proyek berisiko tinggi sekaligus bernilai artistik.