KALIMANTAN TIMUR — Sejumlah bansos terpantau mulai masuk ke rekening KPM maupun disalurkan melalui kantor pos dan instansi daerah. Berikut rinciannya berdasarkan penelusuran dari kanal YouTube Naura Vlog:
Bansos Atensi YAPI (Yatim Piatu) senilai Rp400.000 untuk alokasi Juli-Agustus sudah cair secara berkala di ATM Bank Mandiri dan BSI. Bagi penerima melalui PT Pos Indonesia, pencairan dilakukan dengan membawa dokumen Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran anak.
Bantuan Permakanan Lansia dan Disabilitas senilai Rp900.000 per bulan atau setara Rp30.000 per hari untuk dua kali makan terus didistribusikan. Program ini khusus menyasar lansia tunggal dan penyandang disabilitas tunggal.
BLT Dana Desa sebesar Rp900.000 untuk alokasi tiga bulan mengalir di berbagai pemerintah desa, menyasar warga miskin ekstrem. Sementara itu, BLT PKH Plus khusus Jawa Timur sebesar Rp500.000 per tahap atau total Rp2.000.000 per tahun cair melalui Bank Jatim bagi KPM lansia dan disabilitas di wilayah tersebut.
Bantuan pangan berupa beras fisik 10 kg juga terus didistribusikan di berbagai daerah.
Bagi penerima BPNT murni, ada tiga kombinasi bansos yang bisa didapatkan secara bersamaan jika lolos kriteria. Kombinasi ini terdiri dari dua bantuan tunai dan satu bantuan barang.
Pertama, Bantuan Tunai BPNT Utama hingga Rp1,2 juta. KPM BPNT yang alih salur dari PT Pos ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan belum mencairkan alokasi beberapa bulan berpotensi menerima akumulasi rapelan tunai hingga Rp1.200.000, selama data di pemerintah daerah terverifikasi tetap layak.
Kedua, Bantuan Tunai PKH Validasi By System. Kemensos secara berkala melakukan evaluasi dan seleksi data KPM BPNT. KPM yang memiliki komponen keluarga seperti anak sekolah, balita, lansia, atau disabilitas berpeluang diangkat otomatis menjadi penerima PKH melalui mekanisme validasi by system.
Ketiga, bantuan fisik cadangan beras pemerintah sebesar 10 kg. KPM BPNT yang terdata dalam kategori desil terendah atau miskin ekstrem berhak mendapatkan alokasi ini.
Manfaatkan seluruh dana bansos tunai untuk pemenuhan gizi, kesehatan, serta kebutuhan sekolah anak secara bijak. Pastikan status keaktifan data bansos selalu terverifikasi di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau SIKS-NG.
Koordinasi berkala dengan pendamping sosial setempat menjadi langkah penting agar data tetap valid dan tidak dicoret dari daftar penerima. Jika ada kendala atau perubahan data keluarga, segera laporkan ke pendamping sosial atau dinas sosial setempat.