Alfamidi di Usia ke-19: 2.600 Gerai, PLTS di 42 Titik, dan Komitmen pada UMKM serta Lingkungan

Penulis: Prayoga Santana  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 16:16:31 WIB
Direktur Alfamidi Afid Hermeily menyampaikan komitmen perusahaan terhadap program sosial dan lingkungan dalam perayaan ulang tahun ke-19 di Balikpapan.

BALIKPAPAN — Ekspansi Alfamidi di Kalimantan Timur tidak berhenti pada penambahan gerai. Di usia ke-19 tahun, manajemen PT Midi Utama Indonesia Tbk justru menyoroti program sosial dan lingkungan yang berjalan beriringan dengan operasional 2.600 toko di seluruh Indonesia.

Direktur Alfamidi Afid Hermeily menegaskan, tolok ukur keberhasilan perusahaan tidak lagi semata-mata dari angka penjualan. Dampak terhadap masyarakat dan lingkungan kini menjadi indikator yang sama pentingnya.

"Kami ingin pertumbuhan Alfamidi tidak hanya terlihat dari perkembangan bisnis, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan," ujar Afid dalam keterangan resmi yang diterima di Balikpapan.

Klaim Penghematan Energi Setara 3.698 Pohon

Salah satu fokus utama perusahaan adalah transisi energi. Alfamidi mengklaim telah mengoperasikan PLTS di 42 titik yang mencakup gudang dan toko di berbagai wilayah.

Dari instalasi tersebut, perusahaan mencatat produksi energi mencapai 4,9 juta kWh. Angka ini disebut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 2.740 ton CO?, atau setara dengan penanaman 3.698 pohon.

Efisiensi sumber daya juga dilakukan lewat sistem paperless di area gudang dan kantor. Langkah ini diklaim menghemat lebih dari 2,3 juta lembar kertas, setara menjaga 230 pohon.

Program Stunting dan Bank Sampah di Samarinda

Di sektor sosial, intervensi kesehatan menjadi perhatian utama. Melalui program Protein Cegah Stunting, Alfamidi menyalurkan lebih dari 200.000 butir telur kepada 842 anak di 15 provinsi dan 23 kabupaten/kota.

Perusahaan juga mengklaim program edukasi yang berkolaborasi dengan kader Posyandu telah menjangkau lebih dari 22.000 peserta di 18 provinsi. Adapun layanan Cek Kesehatan Gratis telah dimanfaatkan oleh 3.767 masyarakat.

Untuk pengelolaan sampah berbasis komunitas, program Kampung Merdeka menggandeng bank sampah binaan. Inisiatif ini melibatkan lebih dari 1.300 nasabah di sejumlah kota, termasuk Samarinda di Kalimantan Timur.

1.000 UMKM dan Lapangan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Pada sektor ekonomi, perusahaan menyatakan telah bermitra dengan lebih dari 1.000 UMKM untuk membuka akses produk lokal ke jaringan ritel modern. Afid menekankan bahwa program sosial tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat.

"Program sosial kami diarahkan agar tidak berhenti pada bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidupnya," kata Afid.

Komitmen terhadap dunia kerja inklusif diwujudkan melalui program Alfability. Hingga Juli 2026, sebanyak 339 karyawan penyandang disabilitas telah bekerja di berbagai area, mulai dari gudang, toko, hingga kantor pusat.

Di bidang pendidikan, program Alfamidi Class yang menggandeng 60 SMK di 17 provinsi diklaim telah membuka kesempatan kerja bagi 1.428 siswa untuk bergabung di toko Alfamidi.

Afid menambahkan, pihaknya akan terus memperluas dampak positif dan menciptakan nilai jangka panjang. "Kami akan terus memperluas dampak positif dan menciptakan nilai jangka panjang agar pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat dan kelestarian lingkungan," pungkasnya.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: borneonusantara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top