SAMARINDA — Ratusan mahasiswa di Kalimantan Timur masih mempertanyakan nasib dana refund program Gratispol Pendidikan 2025 yang hingga kini belum mereka terima. Namun, Pemprov Kaltim memastikan bahwa persoalan tersebut bukan lagi ranah pemerintah daerah.
Karo Kesra Kaltim Dasmiah menyatakan bahwa seluruh dana program beasiswa tersebut sudah dikucurkan ke rekening kampus masing-masing. Ia meminta mahasiswa yang belum mendapat refund untuk langsung menagih ke pihak universitas.
Pemprov Kaltim tidak menyebutkan secara rinci total nominal yang telah ditransfer untuk program Gratispol Pendidikan 2025. Namun, Dasmiah memastikan jumlahnya sesuai dengan data mahasiswa penerima yang telah diverifikasi oleh masing-masing perguruan tinggi.
“Kalau belum refund, tagih kampusnya. Kami sudah transfer semua,” tegas Dasmiah dalam keterangannya, Senin lalu.
Kendala pencairan dana refund di tingkat kampus disebut menjadi penyebab utama. Beberapa mahasiswa mengeluhkan proses yang berlarut-larut meski tahun ajaran baru sudah berjalan.
Pemprov Kaltim melalui Karo Kesra mengaku tidak bisa lagi melakukan intervensi langsung karena dana sudah berada di tangan pihak kampus. “Kami hanya memfasilitasi transfer. Urusan pencairan ke mahasiswa adalah wewenang universitas,” ujar Dasmiah.
Mahasiswa yang belum menerima refund diminta untuk mengurus langsung ke bagian kemahasiswaan atau biro keuangan di kampus masing-masing. Jika masih menemui kendala, mereka bisa melaporkan ke pihak rektorat.
Program Gratispol Pendidikan 2025 merupakan salah satu program unggulan Pemprov Kaltim untuk meringankan biaya pendidikan mahasiswa. Dana refund ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah membayar uang kuliah di awal, lalu mendapatkan keringanan dari program tersebut.
Hingga saat ini, Pemprov Kaltim belum memberikan pernyataan resmi mengenai sanksi bagi perguruan tinggi yang menunda pencairan dana refund. Dasmiah hanya menekankan bahwa koordinasi antara mahasiswa dan kampus harus diutamakan.
“Kami sudah selesaikan kewajiban kami. Sekarang tinggal kampus yang menyalurkan ke mahasiswa,” pungkasnya.