Regan Coklat Nunukan Tembus Pameran Internasional Malaysia 2026

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 20:50:53 WIB
Rica Fatmawati memamerkan produk Regan Coklat di Sabah International Convention Centre, Malaysia.

Nunukan — Perjalanan usaha kecil menuju panggung internasional kini menjadi kenyataan bagi Rica Fatmawati, pelaku UMKM pemilik brand Regan Coklat. Melalui dukungan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), ia berhasil membawa produk olahan cokelat khasnya bersaing di Sabah International Convention Centre, Malaysia.

Momentum Uji Coba di Pasar Global

Bagi Rica, keikutsertaan dalam SIFEX 2026 bukan sekadar kesempatan promosi biasa. Pameran internasional ini menjadi momentum penting untuk menguji daya saing produk lokal dan melihat secara langsung minat pasar global terhadap produk buatannya.

"Ini kali kedua saya mengikuti SIFEX, dan setiap kesempatan selalu membuka wawasan baru. Kami bisa melihat langsung minat pasar internasional dan mendapatkan masukan untuk pengembangan produk. Dukungan PLN melalui Rumah BUMN sangat membantu kami untuk terus berkembang dan lebih percaya diri," ungkapnya dalam keterangan yang disampaikan Kamis (30/4/2026).

Di ajang SIFEX 2026, Regan Coklat tampil bersama UMKM binaan lainnya dari Nunukan, yakni Alya Cooking dan Cahaya Madinah. Produk-produk yang dipamerkan mengusung cita rasa lokal dengan sentuhan inovasi, sehingga mampu menarik perhatian pengunjung pameran.

Penjualan Mencapai Rp12 Juta dalam Tiga Hari

Antusiasme pengunjung pameran langsung berdampak positif pada realisasi penjualan. Selama tiga hari pelaksanaan SIFEX 2026, produk-produk UMKM asal Nunukan tersebut mencatatkan total transaksi lebih dari Rp12 juta. Prestasi ini menjadi pembuktian bahwa produk lokal memiliki daya saing yang kuat di tingkat internasional.

"Alhamdulillah, respons pengunjung sangat baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk agar bisa menembus pasar yang lebih luas," kata Rica dengan rasa syukur.

Usaha Regan Coklat Tunjukkan Pertumbuhan Positif

Perkembangan usaha Regan Coklat menunjukkan tren yang menggembirakan. Usaha yang dirintis Rica saat ini mampu mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp12,5 juta per bulan, dengan keuntungan bersih mencapai Rp5,34 juta. Prestasi bisnis ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarganya, melainkan juga membawa bahagia tersendiri.

Dari hasil usahanya, Rica bahkan mampu memberangkatkan orang tuanya untuk menunaikan ibadah umroh. "Bagi saya, ini bukan hanya soal bisnis. Saya bersyukur usaha ini bisa membawa kebahagiaan untuk keluarga, termasuk memberangkatkan orang tua umroh," ungkapnya.

PLN: Program Pemberdayaan Terbukti Efektif

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa kesuksesan UMKM binaan menembus pasar internasional menjadi bukti nyata efektivitas program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan. "Kami melihat bagaimana UMKM binaan dapat berkembang dari skala lokal hingga mampu tampil di panggung internasional. Ini menjadi bukti bahwa dengan pendampingan yang tepat, produk lokal memiliki potensi besar untuk bersaing secara global," ujarnya.

Menurut Fadli, PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat melalui program pembinaan UMKM. "Melalui Rumah BUMN, PLN menghadirkan pembinaan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, hingga membuka akses pasar yang lebih luas. Harapannya, UMKM dapat terus naik kelas dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Kisah Rica dan Regan Coklat menjadi gambaran bahwa dengan pendampingan yang tepat dan semangat berinovasi, UMKM lokal mampu bersaing di pasar global dan membawa nama daerah ke kancah internasional.

Reporter: Redaksi
Back to top