Tim gabungan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil memadamkan api yang menghanguskan area seluas 13,8 hektare di dua kawasan hutan konservasi Kalimantan Timur. Titik api terpantau sistem dan langsung dilokalisasi oleh puluhan personel gabungan di KPH Bengalon serta Tahura Kutai Kartanegara. Keberhasilan ini menekan luasan kebakaran di dalam kawasan hutan menjadi hanya sebagian kecil dari total 475,44 hektare lahan yang terbakar di Kaltim sepanjang Agustus 2026.
SAMARINDA — Dinas Kehutanan Kalimantan Timur mencatat luas kebakaran di dalam kawasan hutan lindung hanya sebesar 219,25 hektare dari total 475,44 hektare lahan terbakar pada Agustus 2026. Angka itu disebut sangat minim berkat efektivitas sinergi lintas instansi yang bergerak cepat memadamkan api sejak titik panas pertama terdeteksi.
Analis Kebijakan Bidang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Kaltim, Darussalam, menyebut dua lokasi terdampak yakni Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Bengalon seluas 2,8 hektare dan Taman Hutan Raya Kutai Kartanegara seluas 11 hektare.
Regu Gabungan Turun Begitu Titik Panas Terpantau
Puluhan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepolisian, TNI, Manggala Agni, dan relawan Masyarakat Peduli Api langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka bertugas melokalisasi api agar tidak meluas merusak keanekaragaman hayati di kawasan konservasi.
"Kami bersama seluruh elemen bergerak cepat melokalisasi api agar tidak meluas merusak keanekaragaman hayati, terutama di kawasan hutan konservasi," kata Darussalam di Samarinda, Senin.
5.000 Relawan Desa Jadi Garda Terdepan Pemadaman
Peran relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berjumlah lebih dari lima ribu orang menjadi krusial dalam upaya pemadaman awal di tingkat perdesaan. Mereka disebut sebagai ujung tombak yang memastikan api tidak sempat membesar sebelum tim inti tiba.
Para relawan desa itu telah dibekali pengetahuan mitigasi serta teknis penggunaan alat pemadam manual sebelum mereka turun ke lapangan. Kehadiran mereka terbukti efektif menekan angka luasan kebakaran di dalam kawasan perlindungan hutan hingga persentase yang sangat minim.
Medan Terjal dan Jarak 5 Jam Jadi Tantangan Utama
Kendala terbesar di lapangan bukan hanya cuaca kering, melainkan medan menanjak perbukitan serta jarak tempuh menuju lokasi yang bisa mencapai lima jam perjalanan. Meski demikian, semangat petugas disebut tetap menyala untuk mengamankan kawasan ekosistem.
"Walaupun petugas sering menghadapi medan menanjak perbukitan serta jarak tempuh lokasi hingga lima jam perjalanan, semangat pantang menyerah tetap menyala," tegasnya.
Kesadaran Warga dan Patroli Rutin Kunci Pencegahan
Dibandingkan provinsi tetangga, kondisi pengendalian karhutla di Kalimantan Timur pada musim kemarau kali ini terpantau jauh lebih terkendali. Keberhasilan ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran warga sekitar area konservasi untuk tidak lagi membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.
Dinas Kehutanan Kaltim terus mengoptimalkan edukasi serta patroli rutin untuk memastikan seluruh kawasan ekosistem aman hingga musim kemarau benar-benar berakhir. "Kami terus berkolaborasi mengoptimalkan edukasi serta patroli rutin guna memastikan seluruh kawasan ekosistem kita aman sampai musim kemarau benar-benar berakhir," demikian Darussalam.