Pencarian

13 Kelurahan di Samarinda Masuk Zona Rawan Pangan 2025, Pemkot Andalkan GPM dan Bantuan Beras 54.636 KK

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:04:32 WIB
13 Kelurahan di Samarinda Masuk Zona Rawan Pangan 2025, Pemkot Andalkan GPM dan Bantuan Beras 54.636 KK
Warga membeli bahan pokok dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman DKPP Samarinda, Kamis (20/8).

SAMARINDA — Sebanyak 13 kelurahan di Kota Samarinda masuk dalam peta kerawanan pangan tahun 2025. Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan dua langkah intervensi: menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di titik-titik terdampak dan menyalurkan bantuan beras dari pemerintah pusat untuk puluhan ribu keluarga penerima.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Samarinda, Aji Syarifah Zulaeha, menyebut Kelurahan Selili menjadi salah satu wilayah yang telah menerima intervensi melalui GPM pada 13 Agustus 2026.

Harga Sembako di Bawah Pasaran Jadi Andalan

Dalam pelaksanaan GPM, DKPP memprioritaskan komoditas bahan pokok utama. Beras dari Bulog dijual Rp60 ribu per kemasan, Minyak Kita Rp31 ribu untuk dua liter, serta ayam dan bawang masing-masing Rp36 ribu dan Rp24 ribu.

Telur juga tersedia dengan harga bervariasi. Telur lokal ukuran kecil dipatok Rp48 ribu per piring, ukuran besar Rp55 ribu hingga Rp58 ribu, dan telur Omega Rp65 ribu per piring. Sejumlah lapak bahkan menawarkan promo kemerdekaan dengan harga telur Rp58 ribu dari harga normal Rp71 ribu.

Aji menjelaskan, pelaksanaan GPM di tingkat kelurahan dilakukan berdasarkan pengajuan dari masing-masing wilayah. Setelah itu, DKPP melakukan verifikasi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bantuan Beras 30 Kilogram untuk 54.636 KK

Selain pasar murah, pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan pangan berupa beras untuk periode Juli, Agustus, dan September. Setiap keluarga penerima mendapat jatah 10 kilogram per bulan, atau total 30 kilogram untuk tiga bulan.

"Di bulan September akan turun bantuan pangan dari pusat kurang lebih 54.636 KK. Itu untuk beras selama tiga bulan, Juli, Agustus, September. Satu bulannya 10 kilo, totalnya 30 kilo," jelas Aji di sela kegiatan GPM di halaman DKPP Samarinda, Jalan Biola, Kamis (20/8).

Rangkaian GPM tingkat dinas sendiri berlangsung selama dua hari, 19-20 Agustus 2026. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan jalan sehat dan perlombaan memperingati HUT ke-81 RI.

Kekeringan Mulai Mengancam Hortikultura

Sekretaris DKPP Kota Samarinda, Dwi Rahmi Adiaty, mengungkapkan kondisi pertanian menjadi perhatian tersendiri. Sejumlah petani padi memang sudah memasuki masa panen, namun kekeringan mulai terasa dan berdampak pada komoditas hortikultura.

"Untuk saat ini padi, teman-teman petani sudah banyak yang panen, tapi memang kekeringan sudah terjadi terutama di hortikultura," katanya.

Dalam setiap pelaksanaan GPM, DKPP Samarinda turut membawa kampanye "Stop Boros Pangan". Pesan ini disisipkan untuk mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi dan mengelola pangan sehari-hari.

Follow www.halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insitekaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks