SAMARINDA — Cuaca kering akibat fenomena El Nino yang kuat memicu peningkatan drastis jumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Regu pemadam bahkan harus berjibaku memadamkan beberapa titik api selama tiga hari secara beruntun, termasuk di kawasan vital sekitar jalur tol.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menyebut kondisi angin kencang dan panas ekstrem membuat jilatan api cepat menyebar dan sulit dijinakkan. Salah satu insiden terbesar menghanguskan lahan semak belukar seluas sepuluh hektare tepat di area ruas jalan tol Samarinda menuju Kota Balikpapan.
Kebakaran Melanda Dua Wilayah Samarinda Sekaligus
Tak hanya di jalur tol, kobaran api juga melanda wilayah Sempaja Utara dan daerah Lempake, Kota Samarinda. Di dua lokasi tersebut, lahan semak hijau seluas empat setengah hektare turut hangus terbakar.
Peristiwa ini dinilai mengancam ekosistem hutan tropis sekaligus membahayakan kesehatan pernapasan ribuan warga di kecamatan setempat. BPBD Kaltim pun memperketat pengawasan harian di lokasi rawan dan meningkatkan skema mitigasi bersama banyak posko daerah.
Penegakan Aturan Dinilai Krusial
Menurut Buyung, langkah penegakan aturan dalam Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang keras praktik pembukaan lahan dengan membakar sangat penting dan mendesak. Aturan nasional ini menjadi langkah krusial untuk mencegah bencana kabut asap dan kerusakan ekosistem.
"Penegakan aturan nasional ini menjadi langkah krusial untuk mencegah bencana kabut asap dan kerusakan ekosistem hutan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan di Samarinda, Rabu.
Edukasi ke Desa dan Imbauan Warga
BPBD Kaltim menggencarkan edukasi terkait bahaya kabut asap ke setiap desa untuk memutus kebiasaan buruk pembakaran hutan hijau. Partisipasi aktif masyarakat diyakini menjadi kunci utama menekan tingginya potensi risiko karhutla selama masa puncak kemarau tahun ini.
"Kami sungguh memohon kesadaran seluruh masyarakat supaya tidak lagi membuka areal perkebunan dengan menggunakan metode pembakaran lahan sembarangan," tegasnya.
Buyung juga meminta warga segera melapor ke posko terdekat apabila melihat titik api kecil agar dapat langsung dipadamkan sebelum meluas. "Bila ada warga yang melihat titik api kecil, segeralah cepat melapor ke posko terdekat agar dapat langsung segera dipadamkan," ujar Buyung.