Jakarta - Telur menjadi bahan pangan yang hampir selalu ada di dapur rumah tangga Indonesia. Namun tidak semua telur yang dijual di pasaran memiliki kualitas dan kesegaran yang sama, sehingga penting mengetahui cara memilihnya.
1. Periksa kondisi cangkang
Telur berkualitas memiliki cangkang yang bersih, tidak retak, dan tidak berlendir. Hindari telur dengan bintik-bintik hitam pada cangkangnya, karena itu pertanda jamur yang tumbuh akibat penyimpanan terlalu lama.
2. Perhatikan warna cangkang
Telur yang masih segar memiliki warna cangkang cerah dan pekat, tidak kusam atau keruh. Tekstur cangkang yang baik tidak terlalu licin dan tidak terlalu kasar, biasanya memiliki permukaan agak kasar dengan butiran putih halus.
3. Lakukan tes apung dengan air
Masukkan telur ke dalam wadah berisi air. Telur yang masih sangat segar akan tenggelam dan berbaring miring di dasar wadah karena putih telurnya masih kental sehingga lebih berat. Jika telur tenggelam tapi ujungnya sedikit terangkat, telur sudah disimpan beberapa waktu namun masih layak dikonsumsi. Telur yang mengapung sebaiknya tidak dikonsumsi karena sudah tidak segar.
4. Tes guncangan
Kocok telur perlahan di dekat telinga. Telur segar tidak akan mengeluarkan suara karena putih telurnya masih kental dan kuning telur terkunci di dalamnya.
5. Periksa dengan cahaya
Terawang telur ke arah cahaya. Jika bagian dalam terlihat terang dan jernih, dengan kuning telur berada di tengah dan tidak bebas bergerak, itu menandakan telur dalam kondisi segar.
Dengan menerapkan beberapa cara di atas, konsumen bisa lebih teliti memilih telur berkualitas baik dan aman dikonsumsi, sekaligus terhindar dari telur yang sudah tidak layak makan.
Cara menyimpan telur agar tahan lama
Simpan telur di dalam kulkas dengan posisi bagian tumpul menghadap ke atas, karena posisi ini membantu menjaga kantung udara di dalam telur tetap stabil sehingga kesegarannya bertahan lebih lama, bisa mencapai 3-5 minggu jika disimpan dengan benar.
Hindari mencuci telur sebelum disimpan kecuali langsung akan dimasak, karena lapisan pelindung alami pada cangkang telur bisa hilang akibat proses pencucian, sehingga bakteri lebih mudah masuk dan mempercepat kerusakan telur selama masa penyimpanan.
Sebaiknya juga hindari menyimpan telur di rak pintu kulkas meski banyak kulkas dirancang dengan tempat khusus di sana, karena suhu di area pintu cenderung kurang stabil akibat sering terbuka-tutup, sehingga lebih baik disimpan di rak bagian dalam yang suhunya lebih konsisten.