SAMARINDA — Insiden kebakaran yang menghanguskan sebagian dek KM Prince Soya saat bersandar di Pelabuhan Samarinda dipastikan tidak membuat jadwal pelayaran penumpang tertunda. Kapal berkapasitas 1.800 orang itu sedianya dijadwalkan bertolak pada Minggu pukul 14.00 WITA.
"Kami segera mengambil langkah mitigasi menyeluruh agar jadwal pelayaran ribuan penumpang tidak telantar akibat insiden ini," kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Samarinda, Yuliansyah, Sabtu.
Armada Pengganti Disiagakan untuk Gantikan KM Prince Soya
KSOP memastikan seluruh hak penumpang yang sudah membeli tiket pelayaran secara daring tetap terpenuhi secara utuh. Skema pengalihan penumpang ke armada kapal pengganti telah disiapkan, dengan standar kelayakan yang telah terverifikasi.
"Seluruh hak penumpang yang sebelumnya telah membeli tiket pelayaran secara daring tetap terpenuhi secara utuh melalui armada yang telah disiagakan," ujarnya.
Kronologi Kebakaran: Pemicu Awal Diduga dari Tangki Oli
Kobaran api pertama kali terdeteksi oleh petugas jaga pelabuhan sekitar pukul 11.02 WITA. Kepulan asap hitam pekat terlihat membubung dari bagian dek kapal, memicu respons tanggap darurat tim gabungan pemadam kebakaran.
"Tindakan petugas jaga sangat sigap menghubungi pimpinan untuk mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Pelindo guna segera mengerahkan armada pemadam," jelas Yuliansyah.
Proses pemadaman difokuskan pada area dek sebelah kanan kapal yang menjadi sumber api. Satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mempercepat proses penjinakan api di area dermaga.
"Untuk sementara waktu kami telah menyatakan bahwa insiden kebakaran ini dipicu oleh adanya indikasi permasalahan awal pada sebuah tangki yang berisi oli," ungkapnya.
Investigasi Penyebab Kebakaran Masih Berlangsung
Tim ahli bersama aparat kepolisian masih melakukan investigasi lebih mendalam untuk memastikan penyebab pasti munculnya musibah tersebut. Meski demikian, dipastikan tidak ada satupun korban jiwa dalam peristiwa ini karena kapal sedang dalam kondisi bersandar dan kosong.
Pascainsiden ini, KSOP berkomitmen memperketat pengawasan standar keselamatan pelayaran guna menjamin keamanan seluruh pengguna jasa transportasi laut di Samarinda.
"Kami akan terus memperketat pengawasan standar keselamatan pelayaran pascainsiden ini guna menjamin keamanan seluruh pengguna jasa transportasi," tutup Yuliansyah.