SAMARINDA — Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Muhammad Faisal tak menyembunyikan kekagumannya saat menghadiri puncak perayaan ulang tahun ke-6 Media Kaltim Network. “Untuk ukuran media yang baru berusia enam tahun, acaranya luar biasa. Rasanya seperti perayaan ulang tahun ke-17,” ujarnya di sela acara.
Malam itu, ballroom hotel dipenuhi oleh pejabat pemerintah, pimpinan DPRD, aparat TNI-Polri, direksi BUMN dan BUMD, perwakilan perusahaan, akademisi, serta insan pers. Suasana hangat terlihat sejak pukul 18.30 WITA, saat para undangan mulai memenuhi area registrasi dan saling menyapa sebelum memasuki ruang utama.
Penghargaan untuk 60 Tokoh dan Mitra Strategis
Sebanyak 60 tokoh, kepala daerah, pimpinan korporasi, serta institusi menerima penghargaan atas kontribusi mereka terhadap perjalanan Media Kaltim Network. Penghargaan ini juga diberikan kepada mitra yang dinilai berperan dalam perkembangan ekosistem media digital di Kalimantan Timur.
Di antara penerima penghargaan hadir langsung Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan, Kepala Dinas Kominfo Kaltim Ririn Sari Dewi, serta Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani. Perwakilan dari Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Polresta Samarinda, Bea Cukai, PLN UID Kaltimra, Kideco Jaya Agung, Berau Coal, Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional Balikpapan, Pertamina Hulu Mahakam, Pupuk Kaltim, Badak LNG, Bankaltimtara, SKK Migas, dan Harris Hotel Samarinda juga turut hadir.
Dari Tim Kecil Menjadi Jaringan 50 Karyawan
CEO Media Kaltim Network Agus Susanto mengungkapkan, 14 Juli menjadi tanggal bersejarah bagi perusahaannya. Media Kaltim lahir pada 2020 dengan sumber daya manusia yang masih sangat terbatas. “Alhamdulillah, sekarang sudah tumbuh menjadi lebih dari 50 karyawan,” ujarnya.
Agus mengakui perjalanan membangun perusahaan media tidak selalu mulus. Tantangan bisnis, perubahan teknologi, hingga kritik dari berbagai pihak sempat menguji keberlanjutan perusahaan. “Namun, enam tahun ini bisa kami lewati dengan dukungan seluruh stakeholder dan pemerintah kabupaten/kota,” katanya.
Ia menegaskan, hubungan antara media, pemerintah, dan dunia usaha harus dibangun di atas kolaborasi yang sehat. Pemerintah dan perusahaan membutuhkan media sebagai saluran informasi, sementara media memerlukan dukungan agar tetap bisa menjaga kualitas jurnalistik.
Dewan Pers: Regulasi Belum Setara, Media Arus Utama Tertekan
Dalam sesi Leader Talk, Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli mengingatkan bahwa industri pers nasional tengah berada dalam tekanan besar. Media arus utama harus bersaing dengan platform digital, media sosial, YouTuber, dan kreator konten yang menyebarkan informasi cepat tanpa dibebani aturan seketat perusahaan pers.
“Media arus utama harus tunduk pada banyak regulasi, sementara media sosial dan platform digital praktis belum memiliki aturan yang jelas, baik dari sisi konten maupun bisnis. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, media mainstream akan semakin sulit bertahan,” ujar Jazuli.
Ia menambahkan, Dewan Pers saat ini tengah mendorong lahirnya regulasi yang dapat menciptakan kesetaraan antara media profesional dan platform digital. Tema HUT tahun ini, ConSixTen, yang merupakan gabungan dari Confidence, Six, dan Consistent, menjadi penanda komitmen Media Kaltim Network untuk terus percaya diri menghadapi perubahan dan konsisten menjaga kepercayaan pembaca.