Pencarian

Bulog NTT Serap 7.407 Ton Beras Petani, Lampaui Target Swasembada Pangan 2026

Selasa, 14 Juli 2026 • 10:19:02 WIB
Bulog NTT Serap 7.407 Ton Beras Petani, Lampaui Target Swasembada Pangan 2026
Bulog NTT menyerap 7.407 ton beras petani, melampaui target pengadaan tahun 2026 sebesar 103 persen.

KALIMANTAN TIMUR — Pencapaian 7.407 ton setara beras tersebut berasal dari penjemputan hasil panen di sentra produksi padi di Pulau Timor, Flores, dan Sumba. Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, mengatakan bahwa volume ini menunjukkan tren positif yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Hingga 12 Juli 2026, realisasi pengadaan setara beras di NTT telah mencapai 7.407 ton atau 103 persen dari target pengadaan tahun 2026. Angka ini juga sudah melampaui total realisasi pengadaan tahun 2025 yang mencapai 6.000 ton,” kata Arrahim di Kupang, Senin.

Menurutnya, peningkatan ini bukan sekadar pemenuhan target rutin. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

Jaminan Harga Layak dan Cadangan Pangan Pemerintah

Arrahim menegaskan, penyerapan beras lokal bertujuan menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Petani tidak perlu khawatir harga jatuh saat panen raya.

“Swasembada pangan merupakan salah satu program utama dari pemerintahan Presiden Prabowo. Kami di daerah bergerak cepat memastikan bahwa hasil keringat petani NTT terserap dengan baik, memiliki harga jual yang layak, dan mampu memperkuat cadangan pangan pemerintah,” ujarnya.

Dengan sisa waktu tahun berjalan, Bulog NTT optimistis angka serapan akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya masa panen di sejumlah wilayah.

Sinergi Multisektor: Dari TNI hingga Penggilingan Padi

Untuk memastikan penyerapan maksimal, Bulog NTT tidak bergerak sendiri. Mereka aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT, dinas pertanian dan ketahanan pangan kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pengusaha penggilingan padi, TNI, Polri, serta kelompok tani.

“Bulog NTT juga mengimbau seluruh mitra kerja pengadaan dan kelompok tani untuk terus memperkuat sinergi demi mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan di bumi Flobamora,” tambah Arrahim.

Dengan kolaborasi ini, Bulog NTT berharap program penyerapan beras lokal bisa menjadi model bagi daerah lain dalam mengawal swasembada pangan nasional. Realisasi 7.407 ton menjadi bukti bahwa petani NTT siap menjadi lumbung pangan bagi Indonesia timur.

Follow www.halobalikpapan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks