BALIKPAPAN — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Balikpapan menyiapkan pelaksanaan Forum Satu Data pada Februari atau Maret, lebih awal dibanding jadwal sebelumnya yang biasa digelar di akhir tahun. Percepatan ini menyesuaikan kalender Musrenbang tingkat kota yang berlangsung Maret hingga April.
Kepala Diskominfo Balikpapan Erriansyah Haryono mengatakan, pemerintah provinsi memberi masukan agar forum tersebut tidak lagi digelar pada akhir tahun. Data yang dihimpun pada awal tahun dipakai sebagai baseline perencanaan pembangunan tahun berikutnya.
“Ini kami lebih memperkuat saja. Bahkan ada masukan dari pemerintah provinsi agar Forum Satu Data tidak dilaksanakan pada akhir tahun, tetapi awal tahun sebagai baseline perencanaan pembangunan di tahun selanjutnya,” ucap Erri kepada media, Jumat (23/10/2026).
Balikpapan mencatatkan nilai tertinggi di Kalimantan Timur dalam penilaian terkait Satu Data. Capaian itu, menurut Erri, menjadi dorongan untuk memperbaiki kualitas pengelolaan dan pengumpulan data di lingkungan pemkot.
Perbaikan menyasar responsivitas Diskominfo selaku wali data. Seluruh OPD diminta mengirim data secara mutakhir agar program pembangunan tidak lagi bersandar pada data penetapan lama.
Persoalan klasik pengelolaan data belum sepenuhnya terurai. Erri menyebut masih ada ego sektoral di tingkat kementerian yang membuat sejumlah instansi meminta data dengan substansi hampir sama, tetapi melalui pengelola dan mekanisme pelaporan berbeda.
“Salah satu kendala dalam pengelolaan data adalah masih adanya ego sektoral di tingkat kementerian,” jelasnya.
Forum Satu Data diharapkan memangkas duplikasi permintaan data semacam itu. Dengan satu pintu pengelolaan, instansi tidak perlu menempuh jalur pelaporan sendiri-sendiri untuk kebutuhan informasi yang serupa.
Dalam mekanisme pengelolaan, setiap OPD memiliki koordinator data yang dijabat sekretaris. Koordinator bertugas mengoordinasikan pengumpulan data dengan kasubbag program untuk kemudian diinput sesuai kebutuhan.
Erri menilai pembagian tugas itu sudah menjadi bagian dari fungsi masing-masing OPD dalam mendukung Satu Data. Koordinasi yang rapat dinilai menentukan apakah data yang terkumpul benar-benar bisa diintegrasikan.
“Dengan koordinasi yang baik, diharapkan proses pengumpulan dan integrasi data di Kota Balikpapan dapat berjalan lebih efektif, serta mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran,” harapnya.
Jika jadwal Februari atau Maret terpenuhi, Musrenbang Balikpapan tahun depan akan berangkat dari data terbaru, bukan data penetapan tahun sebelumnya. Dampaknya langsung terasa pada ketepatan sasaran program yang disusun tiap OPD.