Dispusip Kutim Dorong Literasi Digital Pelajar lewat Aplikasi i-Kutim, 9.000 Buku Elektronik Bisa Diakses Gratis

Penulis: Taufik Rahman  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:22:31 WIB
Dispusip Kutim memperkenalkan aplikasi i-Kutim yang menyediakan akses gratis ke lebih dari 9.000 buku elektronik bagi pelajar.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) gencar menyosialisasikan aplikasi i-Kutim untuk memperkuat literasi pelajar di wilayah pesisir hingga pedalaman. Melalui aplikasi yang bisa diunduh di PlayStore ini, lebih dari 9.000 judul buku elektronik dapat diakses gratis dan dibaca kapan saja dari gawai masing-masing.

SANGATTA — Kabid Layanan, Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan pada Dispusip Kutim, Kamariah, menyatakan transformasi layanan ini bukan untuk menggantikan perpustakaan konvensional. Kehadiran platform digital justru melengkapi layanan yang sudah ada agar jangkauan akses informasi semakin luas, terutama bagi pelajar yang hampir setiap saat berinteraksi dengan gawai.

"Anak-anak sekarang hampir setiap saat memegang gawai, maka kami memberi kemudahan melalui i-Kutim, siapa saja bisa mencari referensi dan membaca buku secara gratis, kapan saja dan di mana saja," ujar Kamariah di Sangatta, Jumat.

Koleksi 9.000 Buku dan Fitur Baca Luring

Kepala Dispusip Kutim menjelaskan bahwa di dalam i-Kutim tersedia beragam kategori buku digital. Mulai dari ilmu pengetahuan, pendidikan, sastra, pengembangan diri, hingga bacaan khusus anak-anak.

Keunggulan utama aplikasi ini adalah fitur membaca secara luring. Setelah e-book diunduh ke perangkat, otomatis akan tersimpan, sehingga memudahkan masyarakat di wilayah dengan akses internet terbatas.

Membangun Komunitas Literasi Digital di Daerah Pinggiran

Sosialisasi pemanfaatan i-Kutim sebenarnya telah berjalan sejak 2023. Namun, untuk menjangkau kawasan pinggiran, Dispusip Kutim terus menggelar sosialisasi keliling, seperti yang dilakukan di Kecamatan Sangkulirang pada Kamis (27/8) lalu.

Dalam kegiatan tersebut, sosialisasi dirangkai dengan Bedah Buku sebagai jembatan yang menghubungkan minat baca dengan kemajuan zaman. Tujuannya agar teknologi tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan jendela ilmu yang terbuka lebar.

Di i-Kutim juga tersedia fitur interaktif yang memungkinkan pengguna memberikan ulasan, membagikan rekomendasi bacaan, serta berinteraksi dengan sesama pembaca. "Ini untuk membangun komunitas literasi digital," tambah Kamariah.

Perpustakaan Tanpa Pintu yang Tak Pernah Tutup

Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar Kutim. Dengan biaya akses yang rendah dan koleksi yang terus bertambah, i-Kutim menjadi perpustakaan yang tidak berpintu dan tak pernah tutup.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebiasaan generasi muda yang lekat dengan gawai. Dispusip Kutim berharap sumber bacaan terpercaya semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya yang berada di pusat kota Sangatta.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top