SAMARINDA — Memasuki musim kemarau 2026, Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda meminta seluruh pelanggan mulai menghemat penggunaan air. Permintaan ini menyusul adanya potensi penurunan debit sungai dan intrusi air laut yang dapat mengganggu proses produksi air bersih di sejumlah instalasi pengolahan.
Asisten Manajer Humas Perumdam Tirta Kencana, Hadiir Fadli, menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi pelanggan yang sumber air bakunya berpotensi terdampak kemarau.
Perumdam Tirta Kencana memetakan potensi gangguan di delapan instalasi pengolahan air. Empat IPA terancam intrusi air laut, empat lainnya berisiko mengalami penurunan ketersediaan air baku.
IPA yang berpotensi terdampak intrusi air laut meliputi IPA Palaran, IPA Bantuan, IPA Pulau Atas, dan IPA Makroman. Sementara penurunan debit air baku berpeluang mengganggu operasional IPA Pampang, IPA Gunung Lingai, IPA Bengkuring, dan IPA Bumi Sempaja.
Hadiir menjelaskan, masuknya air laut ke sumber air baku dapat memengaruhi proses pengolahan air bersih di instalasi. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu kinerja pompa akibat turunnya debit sungai.
"Memasuki musim kemarau, kami mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air. Penurunan debit air baku maupun intrusi air laut dapat memengaruhi proses produksi dan distribusi air bersih," ujar Hadiir.
Dalam kondisi tertentu, Perumdam dapat menyesuaikan jam operasional apabila kadar klorida pada sumber air baku melewati ambang batas yang ditentukan. Pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku di lapangan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan, masyarakat diminta menyiapkan cadangan air secukupnya sebelum dampak kemarau semakin meluas. Warga dapat menggunakan tandon, profil tank, maupun drum yang bersih dan tersedia di rumah.
"Kalau memungkinkan, kami menyarankan pelanggan memiliki tempat penampungan air. Jadi ketika terjadi gangguan atau penurunan tekanan, kebutuhan dasar di rumah tetap bisa terpenuhi," katanya.
Perumdam juga mengingatkan agar air cadangan digunakan secara proporsional. Penggunaan air untuk mandi dan mencuci diharapkan tidak berlebihan, sementara kegiatan yang tidak mendesak seperti menyiram tanaman atau mencuci kendaraan sebaiknya dibatasi.
Hadiir menegaskan bahwa penghematan air selama musim kemarau bukan hanya tanggung jawab Perumdam, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh pelanggan. Ia mengajak warga menggunakan air secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan utama seperti memasak dan minum.
"Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketersediaan air. Hemat air mulai dari sekarang dan gunakan sesuai kebutuhan, sehingga pasokan air bersih bisa tetap terjaga bagi kita semua," pungkasnya.
Perumdam Tirta Kencana juga meminta pelanggan terus mengikuti informasi resmi terkait kondisi pelayanan dan potensi gangguan pasokan selama periode musim kemarau 2026.