BALIKPAPAN — Kebakaran lahan di Kota Balikpapan sepanjang tahun 2026 telah mencapai 25 kejadian, dengan total area semak dan belukar yang terbakar seluas 13,9 hektare atau setara 139.220 meter persegi. Data terbaru Pusdalops BPBD Kota Balikpapan yang diperbarui pada 22 Agustus 2026 mencatat, kebakaran melanda empat kecamatan, yaitu Balikpapan Selatan, Timur, Utara, dan Tengah.
Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran lahan tertinggi, yakni delapan kasus. Kepala Pelaksana BPBD Balikpapan Usman Ali merinci, enam kejadian berada di Kelurahan Manggar, sementara Kelurahan Lamaru dan Manggar Baru masing-masing menyumbang satu kejadian.
"Enam kejadian berada di Kelurahan Manggar, sedangkan Kelurahan Lamaru dan Kelurahan Manggar Baru masing-masing mencatat satu kejadian," kata Usman, Minggu (23/8/2026).
Di Balikpapan Selatan, BPBD mencatat tujuh kejadian kebakaran. Rinciannya, tiga kasus terjadi di Kelurahan Sepinggan, dua di Sepinggan Baru, serta masing-masing satu kejadian di Sepinggan Raya dan Damai Baru.
Jumlah kejadian yang sama, yaitu tujuh kasus, juga tercatat di Balikpapan Utara. Dari jumlah tersebut, enam kejadian berada di Kelurahan Graha Indah dan satu lainnya di Kelurahan Karang Joang. Adapun Balikpapan Tengah mencatat tiga kejadian yang seluruhnya berlokasi di Kelurahan Gunung Sari Ulu.
Menanggapi tingginya angka kebakaran, BPBD Balikpapan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Upaya pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat api sudah membesar.
Warga juga diminta proaktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan potensi kebakaran melalui layanan darurat 112. "BPBD mengimbau masyarakat tidak membakar lahan dan segera mencegah potensi kebakaran sejak dini," tandas Usman.