BALIKPAPAN — Kolaborasi ini tidak sekadar seremoni. Rektor Uniba Dr. Ir. Isradi Zainal secara terbuka menyuarakan keresahan yang selama ini dirasakan kampus-kampus di daerah: proyek besar di Kalimantan Timur, khususnya yang berkaitan dengan IKN, kerap berpihak pada perguruan tinggi dari Pulau Jawa.
“Perguruan tinggi lokal perlu mendapat kesempatan untuk berkontribusi sekaligus meningkatkan kapasitasnya melalui kolaborasi dengan kampus besar di luar daerah,” ujar Isradi dikutip dari laman resmi UGM, Minggu (23/8/2026).
Isradi menegaskan bahwa kehadiran UGM diharapkan bukan sebagai kompetitor, melainkan sebagai mitra pembinaan. Ia secara spesifik meminta agar UGM memberikan bimbingan nyata, bukan sekadar kerja sama simbolis di atas kertas.
“Jadi poin yang disampaikan yakni kami meminta bimbingannya agar perguruan tinggi di luar Jawa bisa berkembang bersama-sama,” tuturnya.
Ia juga menyoroti potensi besar jejaring alumni Kagama di Kalimantan Timur. Menurutnya, jaringan tersebut bisa menjadi kekuatan strategis untuk mempertemukan kampus, pemerintah, dan pemangku kepentingan lain dalam mendukung pembangunan daerah.
Di sisi lain, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia menegaskan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari misi pemberdayaan, bukan ekspansi bisnis pendidikan. UGM, kata dia, tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan mitra kuat di daerah.
“Kita bukan ingin memperlebar ke Kalimantan, tapi kami juga ingin ada misi yang sifatnya adalah untuk pemberdayaan dan pembinaan. Kami di UGM juga tidak bisa berjalan sendiri, kami butuh mitra-mitra lain,” kata Ova.
Fokus utama yang disepakati dalam lima tahun ke depan adalah pengembangan riset yang bersifat locally needed—penelitian yang berangkat dari persoalan nyata masyarakat Kaltim, bukan sekadar riset akademik untuk kepentingan publikasi ilmiah semata.
Dorongan untuk melibatkan kampus lokal muncul seiring pesatnya pembangunan infrastruktur dan perubahan sosial di Kalimantan Timur. Tanpa keterlibatan perguruan tinggi setempat, dikhawatirkan proses pembangunan tidak berkelanjutan karena minimnya transfer pengetahuan kepada sumber daya manusia lokal.
Kolaborasi Uniba-UGM ini diharapkan menjadi model bagi kolaborasi kampus besar dan kampus daerah lainnya di Indonesia. Targetnya, kerja sama ini melahirkan program konkret di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Balikpapan dan sekitarnya.