Sarjana Agen Intelijen sampai Keamanan Siber, Ini Prodi STIN 2026

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:59:01 WIB
Pendaftaran taruna dan taruni Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) tahun akademik 2026/2027 dibuka pada 18-30 Agustus 2026 melalui portal SSCASN BKN.

STIN - Sekolah Tinggi Intelijen Negara membuka jalur masuk taruna dan taruni baru untuk tahun akademik 2026/2027 di bawah naungan Badan Intelijen Negara. Proses pendaftarannya mengikuti jadwal seleksi sekolah kedinasan nasional lewat SSCASN BKN.

Mengenal 3 Prodi STIN

STIN membuka tiga jalur program studi pada 2026. Agen Intelijen dan Analis Intelijen sama-sama terbuka untuk lulusan SMA/sederajat — yang pertama mengarah ke spesialisasi HUMINT (operasional intelijen), yang kedua ke Intelligence Analysis Management (analisis strategis). Sementara Keamanan dan Intelijen Siber khusus untuk lulusan SMK/MAK jurusan komputer, jaringan, multimedia, desain grafis, pengembangan gim, atau rekayasa perangkat lunak.

Syarat Umum Pendaftaran

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Memenuhi persyaratan nilai akademik, kesehatan, dan fisik yang ditetapkan.
  • Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  • Tidak pernah terlibat tindak pidana, dibuktikan lewat SKCK.
  • Pendidikan minimal SMA/sederajat, dan bukan lulusan Paket C.
  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Bersedia mengikuti seluruh ketentuan pendidikan dan seleksi STIN.

Khusus lulusan 2024-2026, standar nilai yang perlu dipenuhi adalah rata-rata ijazah minimal 85, dengan nilai Matematika, Bahasa Indonesia, serta Bahasa Inggris/bahasa asing juga minimal 85.

Kuota dan Komposisi Penerimaan

STIN menyediakan 100 kursi untuk taruna dan taruni baru pada seleksi 2026, dengan rincian:

  • Sarjana Agen Intelijen: 60 orang
  • Sarjana Analis Intelijen: 20 orang
  • Sarjana Terapan Keamanan dan Intelijen Siber: 20 orang

Dari total 100 kuota tersebut, komposisinya 85 persen untuk laki-laki dan 15 persen untuk perempuan.

Standar Tinggi Badan dan Kesehatan

Calon taruna laki-laki diutamakan memiliki tinggi badan minimal 165 cm, sedangkan taruni perempuan minimal 160 cm, dengan berat badan seimbang sesuai ketentuan. Sifat "diutamakan" ini membuka peluang bagi peserta yang sedikit di bawah standar, asalkan mampu membuktikan prestasi atau kemampuan tertentu saat seleksi. Pemeriksaan kesehatan lain tetap wajib diikuti sesuai ketentuan panitia.

Kapan Pendaftaran Dibuka

Jendela pendaftaran STIN 2026 berlangsung 18-30 Agustus 2026, mengikuti jadwal nasional penerimaan sekolah kedinasan yang ditetapkan BKN. Mendaftar lebih awal disarankan agar ada waktu memeriksa ulang kelengkapan dokumen sebelum batas waktu.

Cara Mendaftar via SSCASN

  1. Akses portal SSCASN BKN.
  2. Buat akun menggunakan data kependudukan.
  3. Login dengan akun yang telah dibuat.
  4. Pilih menu Sekolah Kedinasan.
  5. Pilih Badan Intelijen Negara/STIN.
  6. Pilih program studi sesuai latar belakang pendidikan.
  7. Isi biodata dan data pendidikan.
  8. Unggah dokumen yang dipersyaratkan.
  9. Periksa kembali seluruh data.
  10. Kirim pendaftaran dan simpan bukti pendaftaran.
  11. Pantau pengumuman dan tahapan seleksi berikutnya lewat kanal resmi.

Tahapan Seleksi Setelah Mendaftar

Setelah pendaftaran dan seleksi administrasi, peserta yang memenuhi syarat akan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar serta rangkaian tes lanjutan, termasuk pemeriksaan kesehatan, kebugaran, dan psikologi sesuai ketentuan penerimaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah nilai 85 berlaku untuk semua lulusan atau hanya tahun tertentu?
Ketentuan nilai rata-rata ijazah dan mata pelajaran minimal 85 yang diberitakan berlaku untuk lulusan tahun 2024-2026.

Apakah lulusan Paket C bisa mendaftar STIN 2026?
Tidak, salah satu syarat STIN 2026 secara tegas menyebut peserta bukan lulusan Paket C, sehingga hanya lulusan SMA/SMK/sederajat reguler yang dapat mendaftar.

Kesimpulan

STIN 2026 menawarkan peluang bagi lulusan SMA maupun SMK lewat tiga program studi dengan total 100 kursi. Pendaftaran dibuka 18-30 Agustus 2026 via SSCASN BKN — memenuhi syarat nilai, fisik, dan kesehatan sejak awal akan memperbesar peluang lolos seleksi.

Reporter: Redaksi
Back to top