Review B&O Beoplay H100: Headphone Rp 35 Jutaan dengan Build Quality Kelas Satu, Namun Perlu EQ

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:34:01 WIB
Headphone B&O Beoplay H100 dengan bodi aluminium dan earcup berbahan kulit domba dipamerkan dalam sesi uji selama tujuh hari.
dan earcup selebut bantal hotel bintang lima. Dibanderol USD 2.200 (sekitar Rp 35 juta), headphone ini bukan untuk semua orang. Performa ANC dan sound quality-nya membuat harga itu terasa masuk akal, meski tetap sulit direkomendasikan secara objektif. ISI:

KALIMANTAN TIMUR — Ini bukan headphone biasa. Beoplay H100 adalah pernyataan gaya dari Bang & Olufsen, brand audio Denmark yang eksis sejak 1925. Di kelas harga ini, kompetitornya bukan sekadar spesifikasi—melainkan status. Saya menguji unit ini sebagai daily driver selama tujuh hari, mencakup perjalanan commute, kerja di kantor, hingga sesi mendengarkan musik kritis di rumah menggunakan Qobuz via USB-C.

Perlu dipahami: harga H100 di Amerika Serikat sedang berada di titik tertinggi—USD 2.200—akibat tarif impor, padahal awal 2025 "hanya" USD 1.549. Di Inggris, harganya £1.450 dan sering turun ke £1.299 saat sale. Kalau kamu di Indonesia dan berniat membeli, tunggu momen diskon atau cari unit refurbished resmi dari program "Reloved" B&O.

Build Quality dan Kenyamanan: Standar Baru di Kelasnya

Machining aluminium pada H100 tidak bercela. Tidak ada satu pun celah atau ketidaksempurnaan. Ini level presisi yang biasanya hanya ada di produk Apple atau jam tangan Swiss. Earcup-nya dilapisi kulit domba yang sangat lembut—saya tidak melebih-lebihkan saat menyebutnya seperti bantal—dan headband-nya dibungkus kulit sapi tebal yang bisa dilepas dan diganti.

Namun ada satu masalah etis: tidak ada opsi material vegan. Kalau kamu menghindari produk kulit hewani, H100 otomatis gugur dari daftar belanja. Selain itu, desainnya cenderung "aman" dan tidak mencolok. Untuk produk semahal ini, mungkin itu memang tujuannya—tidak ingin menarik perhatian saat dipakai di jalan.

Kenyamanan jangka panjangnya luar biasa. Bobot 13,2 ons (sekitar 374 gram) terdistribusi merata, dan saya bisa memakainya berjam-jam tanpa rasa pegal di leher atau kepala. Rating IP53 juga membuatnya aman dipakai gerimis atau di pinggir pantai—sesuatu yang jarang dimiliki headphone over-ear lain.

Kontrol dan Fitur: Intuitif, Tapi Ada yang Perlu Diketahui

Skema kontrol H100 nyaris sempurna. Ada dua wheel fisik untuk volume dan level ANC, touchpad untuk playback, serta tombol untuk mengganti mode. Semua bisa dikustomisasi lewat aplikasi B&O yang memang salah satu yang terbaik di industri—slick, responsif, dan tidak membingungkan.

Wear detection-nya juga cerdas. Headphone ini bisa mendeteksi saat satu earcup diangkat dan otomatis menjeda musik, lalu menyala kembali saat dipakai. Ini detail kecil yang terasa premium dalam penggunaan sehari-hari.

Sayangnya, dukungan Bluetooth-nya masih 5.3 di awal 2026—tertinggal dari standar terbaru 6.0. Lebih menyakitkan lagi, H100 hanya mendukung codec AAC dan SBC. Tidak ada LDAC atau aptX. Klaim B&O bahwa codec canggih "tidak relevan" adalah omong kosong—semua perangkat yang mendukung LDAC juga tetap kompatibel dengan AAC. Untuk harga segini, ini catatan yang cukup mengganggu.

Kualitas Suara: Hangat, Bertenaga, Tapi Perlu EQ

Begitu dipakai, karakter suara H100 langsung terasa: hangat dan kaya bass. Sub-bass-nya dalam—saya belum pernah mendengar headphone closed-back yang bisa mereproduksi nada rendah di lagu "Antigravity" milik SOHN sebaik ini. Ini nyaris level planar magnetic.

Masalahnya, tuning default "Optimal" terlalu gelap di frekuensi atas. Vokal terasa agak tertutup dan treble kurang berenergi. Untungnya, aplikasi B&O punya custom EQ yang mudah digunakan—meski bukan parametric EQ yang lengkap. Setelah saya atur ke profil lebih energik, resolusi driver titanium 40mm-nya langsung terpampang: gitar di lagu Melvins terdengar tebal dan bertekstur, harmoni vokal di cover "Your Love Is My Drug" oleh Blusher terdengar terpisah dengan bersih.

Soundstage-nya juga impresif untuk closed-back. Mode Spatial B&O memberikan lebar panggung yang meyakinkan, dan saat nonton Dune dengan Dolby Atmos, efek foley yang berputar di sekitar kepala terasa sinematik.

ANC dan Baterai: Juara di Kedua Sektor

ANC H100 termasuk yang terbaik yang pernah saya uji. Saya tinggal di dekat jalan raya yang ramai; dengan ANC maksimal dan volume musik 50%, suara truk dan motor nyaris hilang total. Di kantor, obrolan rekan kerja tidak terdengar sama sekali. Namun jujur saja, Bowers & Wilkins Px8 S2 yang harganya jauh lebih murah punya performa peredaman yang setara—bahkan lebih baik dalam meredam tangisan bayi di pesawat.

Baterainya kuat: klaim 32 jam dengan ANC aktif ternyata akurat. Setelah pemakaian 7–8 jam selama dua hari, baterai turun ke 74%. Ini jauh di atas Apple AirPods Max 2 yang cuma 20 jam, dan sedikit di atas Sony WH-1000XM6 atau Bose QuietComfort Ultra yang 30 jam.

Kualitas Panggilan: Biasa Saja

Ini titik terlemah H100. Saat menelepon istri saya via WiFi, suara saya terdengar agak pelan dan jauh. Klaritasnya masih oke—dia bisa memahami semua kata—tapi untuk headphone semahal ini, performa mikrofonnya mengecewakan. Ini bukan masalah besar kalau kamu jarang telepon, tapi perlu diketahui.

Kelebihan dan Kekurangan

  • Kelebihan: Build quality terbaik di kelasnya, earcup super nyaman, ANC kelas atas, baterai 32 jam, aplikasi pendamping sangat baik, komponen mudah diganti (headband, earcup), rating IP53.
  • Kekurangan: Harga sangat tinggi (USD 2.200/Rp 35 juta), hanya codec AAC/SBC tanpa LDAC, Bluetooth 5.3 bukan 6.0, tuning default terlalu gelap, kualitas mikrofon panggilan rata-rata, tidak ada opsi material non-kulit.

Verdict: Untuk Siapa Headphone Ini Layak Dibeli?

Jujur: H100 tidak lebih baik USD 1.300 dibandingkan Bowers & Wilkins Px8 S2 atau B&O H95 sendiri. Secara performa murni, ada headphone yang menawarkan 90% pengalaman ini dengan harga sepertiganya. Tapi H100 bukan soal value—ini soal kemewahan, presisi, dan status.

Kalau kamu menginginkan headphone over-ear ANC terbaik secara keseluruhan dan tidak masalah merogoh kocek puluhan juta, H100 adalah pilihan yang sangat kuat. Tapi kalau kamu mencari yang terbaik untuk uangmu, ada opsi yang jauh lebih masuk akal. H100 adalah produk untuk orang yang tahu persis apa yang mereka bayar—dan tidak keberatan membayar lebih untuk detail yang tidak akan dilihat orang lain.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top