KALTIM — Rencana pengeboran ini menjadi tonggak penting bagi masa depan WK Pekawai yang dikelola dengan skema gross split sejak 16 Mei 2018. Target kedalaman sumur SM-1 mencapai sekitar 12.000 kaki, sebagai bagian dari pemenuhan komitmen pasti eksplorasi yang disetujui induk usaha, PGN, pada awal tahun 2026.
“WK Pekawai merupakan salah satu aset eksplorasi strategis SAKA yang memiliki prospek cukup menjanjikan. Melalui berbagai kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur, kami berupaya memaksimalkan potensi migas di wilayah kerja ini,” ujar Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, Jumat (31/7/2026).
Studi geologi dan geofisika yang dilakukan SAKA berhasil mengidentifikasi dua prospek utama, yaitu Prospek Saka Manpatu (SM)-1 dan Prospek Hanna yang berlokasi di area lepas pantai. Keduanya dinilai menjanjikan karena karakteristik geologinya berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola PHM dan telah memiliki Plan of Development (POD).
Data menunjukkan sekitar 10-24% struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai. Artinya, hidrokarbon yang sudah teridentifikasi di lapangan produktif itu diyakini menerus hingga ke area kerja SAKA.
WK Pekawai berada di antara sejumlah lapangan migas aktif seperti Manpatu, E. Mandu, dan Jempang Metulang. Posisi ini memperkuat prospek wilayah kerja tersebut sebagai aset yang berpotensi memberikan tambahan sumber daya migas nasional.
Selain pengeboran sumur SM-1, SAKA juga tengah melaksanakan survei geologi dan geokimia di area darat (onshore). Kegiatan geologi dan geofisika (G&G) ini ditargetkan rampung pada tahun 2026.
SAKA telah memperoleh persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Eksplorasi (PJWE) dari pemerintah hingga 15 Mei 2028. Perpanjangan ini memberikan ruang bagi pelaksanaan program eksplorasi yang lebih komprehensif di WK Pekawai.
Keberhasilan pengeboran SM-1 nantinya diharapkan membuka peluang pengembangan melalui skema unitisasi dengan PHM. Skema ini umum diterapkan ketika suatu struktur geologi melintasi batas wilayah kerja yang dikelola operator berbeda.
“Rencana pengeboran sumur eksplorasi menjadi salah satu tonggak penting untuk membuktikan potensi sumber daya yang ada sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut,” tambah Fuji.