Disdikbud Kaltim Latih 110 Guru SMA dan SMK di Samarinda Buat Game Edukasi Interaktif Berbasis AI

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 21:12:31 WIB
guru SMA dan SMK di Samarinda mengikuti bimbingan teknis pembuatan game edukasi interaktif berbasis AI yang digelar Disdikbud Kaltim.

SAMARINDA — Sebanyak 110 tenaga pendidik dari berbagai SMA dan SMK di Kalimantan Timur mengikuti bimbingan teknis pembuatan game edukasi interaktif yang digelar Disdikbud Kaltim. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan platform desain grafis kolaborasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan media ajar visual.

Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkom Infodik) Disdikbud Kaltim, Sulaiman, mengatakan pelatihan ini bertujuan membantu guru memanfaatkan teknologi digital agar suasana belajar lebih menyenangkan. "Setiap guru yang menjadi peserta kami minta mengikuti kegiatan secara serius hingga menghasilkan minimal satu produk media ajar mandiri yang siap diterapkan," ujarnya di Samarinda, Kamis.

Duta Canva Indonesia Jadi Pemateri

Pelatihan ini menghadirkan Duta Canva Indonesia, Khairunisa, dari SMKN 3 Balikpapan sebagai pemateri teknis perancangan gim edukasi. Para guru dibekali keterampilan merancang modul pembelajaran visual tanpa harus menjadi desainer grafis profesional.

Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Pendidikan UPTD Tekkom Infodik Disdikbud Kaltim, Diana Kendartin, menyebut inovasi pembuatan gim interaktif ini dirancang untuk mempermudah pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang bersifat abstrak. "Dukungan teknologi ini diharapkan mampu memperluas kesetaraan mutu pembelajaran di seluruh SMA, SMK, hingga SLB se-Kalimantan Timur," tutur Diana.

Target: Guru Kreatif yang Tanggap Zaman

Langkah ini diharapkan mampu mencetak guru-guru kreatif yang tanggap terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Selain menghemat waktu guru dalam menyiapkan bahan ajar, program ini juga mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.

Sulaiman menegaskan tujuan utama pelatihan bukan sekadar mengejar tampilan visual yang bagus. "Tujuan utama kami adalah mewujudkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa," ucapnya.

Para tenaga pendidik yang telah dilatih diminta membagikan ilmunya secara berantai kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing. Dengan begitu, dampak pelatihan ini diharapkan menyebar luas tanpa harus mengikuti bimbingan teknis lagi.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top