SAMARINDA — Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kalimantan Timur pada semester pertama 2026 tercatat signifikan. Data Dinas Pariwisata Kaltim dari seluruh kabupaten/kota mencatat total kunjungan wisatawan nusantara mencapai 1.999.580 orang. Sementara itu, wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebanyak 15.902 orang.
Kota Balikpapan mencatat kunjungan tertinggi, baik untuk wisnus maupun wisman. Sebanyak 529.335 wisnus dan 9.921 wisman berkunjung ke kota penyangga IKN ini selama Januari–Juni 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal menyebut euforia IKN sebagai faktor utama pendorong mobilitas. “Banyak orang ingin melihat langsung perkembangan IKN. Rasa ingin tahu itu menjadi daya tarik kuat, sehingga kota-kota di sekitarnya ikut mendapat imbas positif,” ujarnya di Samarinda, Kamis (16/7/2026).
Menurut Faisal, wisatawan yang datang untuk melihat IKN umumnya menginap, menikmati kuliner lokal, dan mengunjungi destinasi wisata sekitar. “Hotel, akomodasi, kuliner, hingga objek wisata ikut bergerak,” tambah mantan Kepala Dinas Kominfo Kaltim itu.
Kota Samarinda menempati urutan kedua kunjungan wisnus dengan 506.976 kunjungan. Kabupaten Kutai Kartanegara menyusul di posisi ketiga dengan 339.744 kunjungan. Untuk wisman, Kabupaten Berau menduduki peringkat kedua dengan 2.942 kunjungan, lalu Samarinda dengan 1.842 kunjungan.
Faisal menilai tekanan ekonomi justru membuka peluang bagi destinasi lokal. “Orang mungkin menunda bepergian jauh karena harga tiket tinggi. Namun kebutuhan berlibur tetap ada. Ini peluang bagi destinasi wisata di Kalimantan Timur,” jelasnya.
Selain wisatawan domestik, Faisal melihat potensi peningkatan dari Brunei Darussalam dan Malaysia. Wisatawan asal Tiongkok juga mulai melirik Indonesia karena nilai tukar mata uang mereka yang relatif lebih kuat.
Meski demikian, ia mengakui tantangan pendataan masih ada. Banyak wisatawan datang secara mandiri tanpa biro perjalanan, sehingga tidak tercatat dalam sistem pelaporan. “Bisa saja wisatawan yang sudah beberapa kali datang langsung menuju destinasi tujuan. Ini yang kadang tidak seluruhnya terpantau dalam data kunjungan,” ujarnya.
Faisal mendorong seluruh kabupaten dan kota di Kaltim memanfaatkan momentum ini. Dengan potensi alam, budaya, dan wisata bahari yang dimiliki, ia optimistis Kaltim bisa menjadi tujuan wisata yang semakin diminati.
“IKN menjadi momentum yang harus dimanfaatkan bersama. Harapannya, wisatawan yang datang tidak hanya melihat IKN, tetapi juga menikmati berbagai destinasi unggulan di Kalimantan Timur,” pungkasnya.