KALIMANTAN TIMUR — Pergerakan harga perak Antam pekan ini menunjukkan tekanan jual yang cukup agresif. Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga dasar perak murni Antam untuk ukuran 1 gram tercatat di Rp37.700 pada Jumat (17/7/2026). Angka ini merupakan level terendah dalam beberapa hari terakhir, setelah sebelumnya sempat bertahan di kisaran Rp39.000-an.
Untuk ukuran bobot yang lebih besar, harga dasar perak Antam juga ikut terkoreksi. Logam mulia ini dijual dalam dua varian: batangan murni polos dan seri edisi khusus Heritage.
Berikut rincian harga dasar dan harga setelah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11% untuk perak batangan Antam:
Adapun untuk varian Perak Antam Heritage — yang mengusung motif budaya Nusantara — harga jualnya juga mengikuti patokan dasar yang sama. Bedanya, produk edisi khusus ini biasanya memiliki premi tambahan karena nilai seni dan kelangkaan desain.
Investasi logam mulia selain emas memang kian diminati masyarakat lantaran modal awal yang lebih terjangkau. Namun perak termasuk komoditas dengan volatilitas tinggi. Pergerakan hariannya dipengaruhi oleh gejolak pasar global dan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
Dalam sepekan terakhir, perak Antam sudah dua kali mengalami koreksi harga. Kamis (16/7/2026) turun Rp700, lalu Jumat ini ambles Rp1.500. Artinya, dalam dua hari total pelemahan mencapai Rp2.200 per gram.
Bagi investor yang berencana membeli, momentum koreksi justru kerap dimanfaatkan untuk akumulasi. Sebaliknya, bagi yang hendak menjual, penurunan tajam seperti ini perlu diantisipasi agar tidak merealisasikan kerugian di titik terendah.
Sebelum melakukan transaksi jual atau beli, memantau pergerakan grafik harian menjadi langkah krusial. Keputusan finansial yang didasari data harga terkini — bukan sekadar spekulasi — berpeluang mendatangkan imbal hasil yang lebih optimal di tengah fluktuasi pasar logam mulia saat ini.