Bupati Kutai Timur Dukung Usulan Pembangunan Lapas Baru, Siapkan Lahan di Pusat Perkantoran Bukit Pelangi

Penulis: Okta Nugraha  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23:31 WIB
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyatakan dukungan terhadap usulan pembangunan Lapas baru di kawasan pusat perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta.

SANGATTA — Rencana pembangunan Lapas baru di Kutai Timur (Kutim) mendapat lampu hijau dari pemerintah daerah. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan dukungannya setelah menerima audiensi jajaran Lapas Kelas IIA Bontang, Senin (13/7/2026).

Lahan di Bukit Pelangi Disiapkan

Pemkab telah menyiapkan langkah awal, termasuk lokasi pembangunan yang berada di kawasan pusat perkantoran Bukit Pelangi, sekitar Masjid Agung Al-Faruq Sangatta. Ardiansyah menyebut rencana itu sebelumnya telah melalui kajian dan penyesuaian terkait kebutuhan serta lokasi.

"Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar rencana tersebut dapat direalisasikan," ujar Ardiansyah.

Mengurai Beban Lapas Bontang

Plt Kalapas Kelas IIA Bontang, Huzaifah Makmur, mengungkapkan bahwa Lapas di wilayahnya semakin padat dan tidak lagi efisien. Pembangunan fasilitas baru di Kutim dinilai menjadi solusi untuk mengurangi beban tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dan memohon izin kepada Kepala Kantor Wilayah untuk menindaklanjuti persoalan lahan ini," kata Huzaifah.

Efisiensi Mobilitas Aparat Penegak Hukum

Menurut Huzaifah, jarak antara Sangatta dan Bontang dinilai tidak lagi efisien bagi aparat penegak hukum (APH) yang melakukan mobilitas pengiriman tahanan. Baik yang masih menjalani proses persidangan maupun yang telah mendapatkan vonis berkekuatan hukum tetap.

"Keberadaan Lapas baru ini sangat kita butuhkan. Utamanya agar warga binaan yang berasal dari Kutai Timur bisa ditempatkan di fasilitas yang lebih dekat, sehingga prosesnya jauh lebih efektif," tutur Bupati Ardiansyah.

Pembinaan Keterampilan bagi Warga Binaan

Selain mempercepat proses hukum, keberadaan lapas baru juga diharapkan memudahkan warga binaan asal Kutim dalam menjalani pembinaan. Huzaifah menyebut pembinaan keterampilan yang terukur bisa diberikan, mulai dari sektor pertanian hingga industri kreatif.

"Sebagai bekal mandiri saat mereka kembali ke masyarakat," pungkasnya.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top