SAMARINDA — Program KKN Kolaborasi tahun ini dinilai menjadi bukti nyata sinergi antarkampus di Kalimantan Timur. Meski Universitas Mulawarman (Unmul) masih mendominasi jumlah peserta, keterlibatan delapan perguruan tinggi lain menunjukkan keseriusan institusi pendidikan tinggi dalam pengabdian masyarakat.
Ketua Panitia KKN 2026 Kiswanto mengakui komposisi peserta belum ideal karena Unmul mengirimkan jumlah mahasiswa terbanyak. Namun, ia menekankan hal itu tidak mengurangi esensi kolaborasi.
“Kondisi tidak ideal masih didominasi oleh Unmul, tetapi tidak apa-apa. Ini bagian dari pembuktian bahwa sebenarnya perguruan tinggi bisa bersatu,” ujar Kiswanto saat pelepasan, Sabtu (11/7/2026).
Pelepasan dihadiri jajaran instansi, sponsor, sivitas akademika, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kaltim.
Rektor Unmul Abdunnur berharap kehadiran mahasiswa tidak sekadar menjalankan program kerja. Ia meminta setiap peserta memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa.
“Dalam pengabdian, sebagai bentuk kampus berdampak dan dedikasi kampus untuk pembangunan desa serta impact positif akan kehadiran mahasiswa,” kata Abdunnur.
Ia menambahkan, program ini juga didorong untuk memotivasi generasi muda di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurutnya, dukungan program pemerintah sangat diperlukan untuk memperluas akses pendidikan di wilayah tersebut.
Abdunnur mengapresiasi pelaksanaan KKN Kolaborasi 2026. Ia berharap program ini terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi.
“Kolaborasi perguruan tinggi menjadi modal penting agar program KKN mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat serta pembangunan desa,” tegasnya.
Program ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat indeks desa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kalimantan Timur.