BALIKPAPAN — Turnamen ini digelar untuk mengasah mental dan fisik atlet sebelum berlaga di Porprov. Ketua Federasi Hoki Indonesia (FHI) Kota Balikpapan, Al Kuwait, mengatakan kompetisi ini menjadi wadah krusial untuk menambah jam terbang atlet, terutama yang masih dalam masa regenerasi.
“Yang kami ambil dari turnamen ini adalah peningkatan kondisi fisik, pengalaman bertanding, dan mental atlet. Kami memang sedang melakukan regenerasi, namun tetap optimistis bisa bersaing di zona medali pada Porprov nanti,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengungkapkan target ambisius tersebut. Berdasarkan komunikasi dengan FHI Balikpapan, cabang olahraga hoki menargetkan dua medali emas, masing-masing dari kategori putra dan putri.
“Saya berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Bertandinglah dengan fokus karena ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov di Paser,” kata Ratih.
Antusiasme peserta sebenarnya jauh lebih besar. Al Kuwait mengungkapkan bahwa tim dari Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, hingga Jawa Barat sempat menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi. Namun, tingginya harga tiket pesawat membuat mereka mengurungkan niat hadir.
“Awalnya kami ingin membuat turnamen ini berskala open nasional bahkan internasional. Sayangnya, kendala biaya transportasi membuat beberapa tim batal datang. Ini menjadi evaluasi bagi kami ke depan, termasuk dalam menentukan waktu pelaksanaan agar tidak bertepatan dengan musim liburan,” jelasnya.
Meski nomor yang dipertandingkan di Andara Cup berbeda dengan nomor outdoor di Porprov, manfaat turnamen ini tetap diakui besar. Al Kuwait menekankan bahwa peningkatan fisik dan mental menjadi fokus utama, mengingat Balikpapan masih memiliki keterbatasan fasilitas lapangan outdoor.
Ratih Kusuma mengapresiasi perkembangan prestasi hoki Balikpapan yang terus meningkat meski dihadapkan pada keterbatasan sarana. “Hoki Indonesia kini sudah tampil di level internasional, termasuk SEA Games. Ini membuktikan bahwa dengan semangat dan kerja keras, keterbatasan fasilitas bukan menjadi penghalang untuk berprestasi,” ujarnya.
Turnamen Andara Cup III diikuti tujuh tim putra dan empat tim putri. Selain klub-klub dari Kalimantan Timur, Makassar menjadi satu-satunya wakil luar provinsi yang berhasil hadir. FHI Balikpapan berharap dukungan sponsor dan pemerintah terus mengalir untuk penyelenggaraan edisi berikutnya.