KALIMANTAN TIMUR — OpenAI mengumumkan bahwa model GPT-5.6, yang pertama kali diperkenalkan pada akhir Juni 2025, akhirnya akan dirilis ke publik pekan ini. Dalam unggahan di media sosial pada Selasa (8/7) malam, perusahaan menyebut proses distribusi sedang diperluas secara global mulai sekarang.
GPT-5.6 hadir dalam tiga varian yang menggunakan sistem penamaan baru. Sol adalah model andalan (flagship) dengan kemampuan tertinggi. Terra dirancang sebagai model seimbang untuk pekerjaan harian. Luna adalah varian cepat dan terjangkau untuk kebutuhan ringan.
“Dalam sistem penamaan baru yang diperkenalkan bersama GPT-5.6, angka mengidentifikasi generasi model, sementara Sol, Terra, dan Luna mengidentifikasi tingkat kemampuan yang bisa berkembang dengan ritmenya masing-masing,” jelas OpenAI dalam pernyataan Juni lalu. “Keluarga model ini memberi pengguna dan pengembang pilihan yang lebih jelas dalam hal kecerdasan, kecepatan, dan biaya.”
OpenAI awalnya hanya memberikan akses GPT-5.6 kepada sekelompok kecil mitra tepercaya atas permintaan pemerintah AS. Langkah ini menandai perubahan dari kebiasaan OpenAI yang sebelumnya langsung merilis model baru ke publik. Proses review keamanan oleh regulator AS menjadi penyebab utama penundaan rilis massal.
CEO OpenAI Sam Altman pernah menyatakan pada bulan lalu bahwa perusahaannya sedang mengupayakan rilis global. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi apakah GPT-5.6 besok akan tersedia untuk pengguna di luar Amerika Serikat atau hanya terbatas di negara tersebut.
Bagi pengguna AI di Indonesia, peluncuran ini berarti akses ke model generasi terbaru OpenAI mungkin masih perlu menunggu kepastian lebih lanjut. Jika rilis global benar-benar terjadi, pengguna bisa memilih varian sesuai kebutuhan: Sol untuk tugas kompleks seperti riset dan coding, Terra untuk produktivitas kantor, dan Luna untuk asisten percakapan cepat.
Belum ada informasi mengenai harga berlangganan untuk masing-masing varian. OpenAI diperkirakan akan mengumumkan detail pricing bersamaan dengan ketersediaan resmi.