SAMARINDA — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Pemerintah Kota Samarinda mencatat partisipasi 28 ribu warga hingga Juni 2026. Layanan ini tersebar di 26 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan jenis pemeriksaan dalam program CKG tidak seragam. Pemeriksaan disesuaikan berdasarkan kelompok usia pasien.
“Alhamdulillah sampai bulan Juni peserta CKG sudah mencapai sekitar 28 ribu orang. Program ini terus kami jalankan di seluruh puskesmas,” ujar Ismed dalam keterangannya, Rabu (17/6).
Setiap hasil pemeriksaan peserta langsung tercatat dalam aplikasi Satu Sehat. Sistem ini memudahkan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat secara real-time oleh tenaga medis dan pemangku kebijakan.
Ismed menjelaskan, seluruh layanan pemeriksaan kesehatan diberikan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ia mendorong warga untuk rutin memeriksakan diri, bukan hanya saat sakit.
“Program ini gratis. Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang untuk ditangani dengan baik,” kata Ismed.
Pemerintah daerah menargetkan partisipasi masyarakat terus meningkat. Dinkes Samarinda berharap budaya cek kesehatan berkala bisa menjadi kebiasaan baru warga, bukan sekadar respons saat kondisi darurat.
CKG merupakan salah satu program prioritas nasional yang diperkuat di daerah. Samarinda menjadi salah satu kota dengan partisipasi tertinggi di Kalimantan Timur dalam layanan skrining kesehatan gratis ini.
Warga yang belum mendaftar bisa langsung datang ke puskesmas terdekat dengan membawa KTP. Petugas akan memandu proses pemeriksaan sesuai usia dan kebutuhan medis masing-masing.